Kamis, 10 November 2011

BELAJAR BAHASA KOREA/Perkenalan diri

안녕하세요. 만나서 반갑습니다. 저는 빌 스미스라고 해요.
[Annyeong-haseyo. Mannaseo ban-gapsseumnida. Jeoneun Bill Smith-rago haeyo.]
Apa kabar. Gembira sekali bertemu dengan anda. Saya Bill Smith.

저는 IBM 서울 지사에서 근무하고 있어요.
[Jeoneun IBM Seoul jisa-esoe geunmuhago isseoyo.]
Sedang bekerja di kantor perwakilan IBM Seoul.

저는 미국 시카고에서 왔어요.
[ Jeoneun miguk sikago-eseo wasseoyo.]
Saya datang dari Chicago, Amerika Serikat.

한국에 온 지 일년 됐어요.
[ Han-guge on ji ilnyeon dwaesseoyo.]
Sudah satu tahun di Korea.

아내와 두 아이가 있어요.
[Anaewa du aiga isseoyo.]
Keluarga saya, isteri dan 2 anak.

저는 골프와 테니스 등 스포츠를 좋아해요.
[Jeoneun golpeuwa tenisseu deung spocheureul joaheyo.]
Saya suka berolahraga termasuk golf dan tenis.

저는 한국을 참 좋아해요.
[Jeoneun han-gugul cham joahaeyo.]
Saya senang sekali di Korea.

자연도 아름답고 사람들도 참 친절해요.
[Jayeondo areumdapkko saramdeuldo cham chinjeol-haeyo.]
Pemandangan alamnya cukup indah dan orangnya cukup ramah tamah.

Kata-kata baru
자기소개 [jagisogae] perkenalan diri
소개하다 [sogaehada] memperkenalkan
만나서 반갑습니다 [Mannaseo ban-gapsseumnida] gembira sekali bertemu
저는 000라고 해요 [Jeoneun 000rago haeyo.] Saya 000.
근무하다 [geunmuhada] bekerja
미국 [miguk] Amerika Serikat
시카고에서 왔어요 [Sikago-eseo wasseoyo] datang dari Chicago
한국 [han-guk] Korea
일 년 [ilnyeon] satu tahun
아내 [anae] isteri
아이 [ai] anak
골프 [golpeu] golf
테니스 [tenisseu] tenis
스포츠 [spocheu] olahraga
좋아하다 [joahada] suka
자연 [jayeon] alam
아름답다 [areumdaptta] indah
사람들 [saramdeul] orang-orang
친절하다 [chinjeol-hada] ramah tamah

Olahraga
축구 [chukku] sepak bola
야구 [yagu] base ball
탁구 [takku] tenis meja
테니스 [tenisseu] tenis
볼링 [bolling] bowling
당구 [danggu] bilyard
수영 [suyeong] berenang
달리기 [dalligi] atletik
마라톤 [maraton] maraton
승마 [seungma] menunggang kuda
체조 [chejo] senam
하키 [haki] hoki
핸드볼 [haendeubol] bola tangan
배드민턴 [baedeuminteon] bulu tangkis
양궁 [yanggung] memanah
골프 [golpeu] golf
Sumber : http://rki.kbs.co.kr/learn_korean/lessons/i_index.htm

BELAJAR BAHASA KOREA

SUMBER : http://rki.kbs.co.kr/learn_korean/text_htm/i_text/9i.htm
PERCAKAPAN DASAR


네.(예.)
[ Ne.(ye.)]
Ya.

아니오.
[Anio.]
Tidak. (Bukan.)

여보세요.
[Yeoboseyo.]
Halo.

안녕하세요.
[Annyeong-haseyo.]
Apa kabar.

안녕히 계세요.
[Annyong-hi gyeseyo.]
Selamat tinggal.

안녕히 가세요.
[Annyeong-hi gaseyo.]
Selamat jalan.

어서 오세요.
[Eoseo oseyo.]
Selamat datang.

고맙습니다.(감사합니다.)
[Gomapseumnida. (Gamsahamnida.)]
Terima kasih.

천만에요.
[Cheonmaneyo.]
Kembali. (Sama-sama.)

미안합니다.(죄송합니다.)
[Mianhamnida. (Joesong-hamnida.)]
Minta maaf. (Mohon maaf.)

괜찮습니다.(괜찮아요.)
[Gwaenchansseumnida.]
Tidak apa-apa.

실례합니다.
[Sillyehamnida.]
Permisi.


 MASUK KOREA

Petugas Bea Cukai : 여권을 보여 주세요.
[Yeokkwoneul boyeo juseyo.]
Tolong tunjukkan paspor anda.
   
Bill : 여기 있습니다.
[Yeogi isseumnida.]
Ini, paspor saya.
   
Petugas Bea Cukai : 한국에는 무슨 일로 오셨습니까?
[Han-gugeneun museun illo osyeosseumnikka?]
Apa tujuan anda datang ke Korea?
   
Mary: 관광하러 왔어요.
[Gwan-gwang-hareo wasseoyo.]
Untuk berwisata.

일 때문에 왔어요.
[Il ttaemune wasseoyo.]
Untuk bekerja.
   
Petugas Bea Cukai : 직업이 무엇입니까?
[Jigeobi mueosimnikka?]
Apa jenis pekerjaan anda?
   
Bill : 회사원입니다.
[Hoesawonimnida.]
Saya adalah karyawan.
   
Petugas Bea Cukai : 한국에 처음 오셨습니까?
[Han-guge cheo-eum osseyosseumnikka?]
Apakah anda datang ke Korea untuk pertama kali?
   
Bill : 네, 그렇습니다.
[Ne, geureosseumnida.]
Ya, betul.

아니오, 두 번쨉니다. (두 번째입니다.)
[Anio, dubeonjjaemnida.]
Tidak, ini untuk kedua kalinya.
   
Petugas Bea Cukai : 한국에 언제까지 계실 겁니까?
[Han-guge eonjekkaji gyesilkkeomnikka?]
Berapa lama anda berada di Korea?
   
Bill : 일주일 있을 겁니다.
[ Iljjuil isseulkkeomnida.]
Saya akan berada di Korea selama satu minggu.
KATA-KATA BARU
입국 [ipkkuk] masuk negara
여권 [yeokkwon] paspor
여기 [yeogi] di sini
있다 [itta] ada
오다 [oda] datang
한국 [han-guk] Korea (Korea Selatan)
[il] pekerjaan
관광 [gwan-gwang] pariwisata
직업 [jigeop] jenis pekerjaan
무엇 [mu-eot] apakah
회사원 [hoesawon] karyawan
처음 [cheo-eum] untuk pertama kali
[ne] ya
아니오 [anio] tidak (bukan)
두 번째 [dubeonjjae] untuk ke-dua kali
언제 [eonje] bilamana
일주일 [iljjuil] satu minggu
계시다 [gyesida] berada

JENIS PEKERJAAN
학생 [haksaeng]pelajar
공무원 [gongmuwon]pegawai pemerintah
의사 [uisa]dokte
간호사 [ganhosa]juru rawat
약사 [yaksa]apoteker
엔지니어 [enjinieo]teknisi
변호사 [byeonhosa) pengacara
검사 [geomsa]jaksa
사업가 [sa-eopga]pengusaha
회사원 [hoesawon]karyawan 





  
      

Sabtu, 05 November 2011

fanfiction/Hyun Bin-Song Hye Kyo Couple/OneShot


Title                 : Saranghae Kim Joo Won!!
Genre              : Romance
Cast                 : Hyun Bin as Kim Joo Won, Song Hye Kyo as Lee Hye Na
Other Cast       : Lee Minho as Lee Minho
Author             : Farahdiba Maulani

PERHATIAN : Bayangin aja ya orangnya itu Hyun Bin dan Song Hye Kyo, walau namanya berubah..heheehe..:))
Okeh..mungkin akan sedikit sedih ceritanya.
Happy Reading..:)
NO BASHING!!!!


Sudah sebulan yang lalu Joo Won pergi meninggalkanku selamanya. Kini aku merasa tak ada gunanya aku hidup, orang yang sangat mengerti dan sangat ku cintai kenapa kau rebut ya Tuhan.

Lagi-lagi Hye Na mengunjungi makam Joo Won kekasihnya, mungkin seminggu bisa 4 kali Hye Na ke makam itu. Menatap nisan bertulis nama Kim Joo Won, berdoa dan menangis untuknya.

“Hye Na~ssi.” Seru seorang namja mendekati Hye Na yang sedang berdoa untuk Joo Won.
“Oppa,” Balas Hye Na yang sadar akan kehadiran namja itu.
“Sudahlah dia sudah tenang disana.” Seru namja itu menghiburnya.
“Nde, Oppa.” Balas Hye Na yang kemudian menitikan air matanya lagi.
“Kemarilah, aku akan selalu ada untukmu.” Seru namja tampan itu memeluk Hye Na lembut.
“…..” Hye Na hanya diam dan menangis dalam pelukan namja itu.




Flashback…………
“Ya Tuan!!!!” Seru seorang yeoja meneriaki seorang namja.
“Ya!! Berhentilah berteriak, suramu itu menggema dimana-mana tahu.” Balas namja bernama Kim Joo Won itu.
“kau belum membayar makananmu ini.” Sentak yeoja itu kesal.
“Nde..Nde…aku bayar nanti saja ya,” Balas Joo Won dengan menggaruk kepalanya yang tidak gatal,kebetulan dompetnya gak kebawa.
“Mwo? Kau mau tempatku bangkrut hah!” Seru yeoja itu semakin kesal.

Suasana di tempat itu semakin panas karena keributan seorang namja dan seorang yeoja. Ya itulah awal dari pertemuan Kim Joo Won dengan seorang yeoja bernama Lee Hye Na, seorang anak pemilik Rumah makan keluarga.

“Ada apa ini.” Seru seorang ajussi mendekati kedua orang yang sedang bertengkar ini.
“Mianhae appa, aku sedang menagih bayaran pada tuan itu.” Jawab Hye Na menunjuk Joo Won.
“Mwo, memang dia belum bayar?” Tanya ajussi yang ternyata ayah dari Hye Na.

Ajussi itu menatap Joo Won, dan dia kaget karena ternyata Joo Won adalah anak dari mantan majikannya dulu. Sebelum ayah Hye na membuka bisnis ini, dia pernah bekerja sebagai supir pribadi dari ayah Joo Won. Tapi karena umurnya yang semakin tua, akhirnya dia pensiun dan mendirikan rumah makan ini.

“Joo Won~ssi?” Tanya appa HyeNa melihat Joo Won kaget.
“Nde, ternyata itu anda Lee ajussi.” Jawab Joo Won dengan senyuman  kerennya.

Hye Na yang heran dengan keakraban appanya dan namja jahat itu merasa aneh.
“Appa mengenal napeun namja ini?” Tanya Hye Na mengangkat alisnya.
“Ya Lee Hye Na jaga bicaramu.” Seru appa padaku.
“Mwo? Nuguseyo?” Tanya aku heran.
“Dia Kim Joo Won, anak dari majikan appa dulu.” Jawa appa Hye Na memegang pundak Joo Won.

Hye Na hanya menatap Joo Won kesal tanpa memperkenalkan dirinya, dia pun meninggalkan Joo Won dan appanya.

Joo Won menatap Hye Na yang berjalan menjauhinya, ia merasa ada perasaan yang aneh sekali didalam dadanya sekarang.

“Lee Hye Na.” pekik Joo Won dalam hatinya.

2 hari kemudian….

Mata Hye Na berhenti saat melihat sosok Joo Won sudah ada di meja tamu.

“kenapa pagi-pagi dia sudah ada.” Gumam Hye Na pelan.

Joo Won yang sadar kalau Hye Na melihatnya, menggerakan tubuhnya menuju Hye Na. Hye Na kaget sekali tiba-tiba Joo Won menarik lengannya dan mendorongnya hingga tubuhnya membentur dinding kaca restoran tepat suasana restoran masih sepi.

“Ya, apa yang kau lakukan.” Seru Hye Na meronta karena tangannya dipegang Joo Won.
“Kau Lee Hye Na, sekarang kau tahu aku kan.” Seru Joo Won semakin mendekati tubuh Hye Na.
“Jebal jangan seperti ini, lepaskan aku.” Seru Hye Na tak perdulikan ucapan Joo Won.

Joo Won pun melepas genggamannya, dia melihat Hye Na yang sibuk mengatur nafasnya.
“Kau memang Napeun namja.” Seru Hye Na kesal meninggalkan tempat itu.

Joo Won hanya tersenyum mendengar ucapan Hye Na, ia semakin tertarik pada yeoja galak itu.

Di sebuah Universitas di Seoul

“Hye Na~ssi.” Seru seorang namja mendekati Hye Na.
“Ah,,Annyeong oppa.” Balas Hye Na dengan senyumannya.
“Sudah mau pulang kah?” Tanya namja itu.
“Nde oppa, aku harus membantu appa dan eomma.” Jawab Hye Na lembut.
“Aku antar ya?” tawar namja itu, yang kelihatan sangat akrab dengan Hye na.
“Ani oppa, aku bisa pulang sendiri.” Balas Hye Na berjalan menjauhi namja tadi.

Saat mau menyebrang, tiba-tiba sebuah mobil berhenti didepan Hye Na. Hye Na yang kaget benar-benar sangat shock, hampir saja nyawanya melayang.

“Ya!!! Bisa menyetir tidak.” Sentak Hye Na kesal pada pemilik mobil itu.

Pemilik mobil itu keluar dengan menggunakan kaca mata hitam dengan pakaian rapih berbalut jas dan kaos didalamnya.

“Mianhae nona Hye Na,” Seru pemilik mobil itu dengan membuka kaca mata hitamnya.

Mata Hye Na terbelalak menatap sosok namja yang sangat ia benci, yaitu Kim Joo Won.

“Berhentilah mengikutiku.” Sentak Hye Na kesal sekali.
“Kau geer sekali aku hanya kebetulan lewat.” Balas Joo Won beralasan.

Kini Hye Na menatap sosok Joo Won dengan penuh amarah, sesekali dia mendecitkan suara dari bibirnya.
“Kau mau pulang?” Tanya Joo Won polos.
“Nde, memang siapa yang mau menginap disini.” Jawab Hye Na ketus.
“Kalau begitu bareng aku saja.” Tawar Joo Won pada Hye Na.
“Kau babo ya, tentu saja aku gak mau!” Seru Hye Na semakin kesal.

Tanpa basa-basi lagi Joo Won menarik lengan Hye Na, dan memasukannya kedalam mobil. Hye na yang menolak lagi-lagi tak bisa berbuat apa-apa karena kekuatan Joo Won lebih besar.

“Ya!! Kau selalu memaksa ku.” Seru Hye Na menatap kesal kearah Joo Won yang sibuk menyetir mobil.
“Nde, kalau tidak seperti ini kita tidak akan berbicara kan.” Balas Joo Won, membuat Hye Na bingung.

Joo Won melajukan mobilnya dengan cepat, namun ini bukan arah ke rumah Hye Na, Hye Na semakin ketakutan dengan sikap Joo Won padahal mereka baru saja kenal, atau mungkin tepatnya Cuma saling tahu.

“Ya! Kita mau kemana?” Tanya Hyena cemas.
“Tenang saja, aku akan membawamu ke tempat yang indah.” Jawab Joo Won semakin membuat Hye Na cemas.

Akhirnya mobil itu berhenti, mereka berada di sebuah pinggir danau yang indah.
“andwae ,, jebal andwae kau mau berbuat apa padaku.” Seru Hye Na semakin ketakutan saat lengan Joo Won hendak menuju (?) padanya.
“Mwo, aku hanya ingin melepas sabuk pengamanmu.” Jawab Joo Won heran.

Hye Na menghembuskan nafas leganya, tapi masih bersikap waspada pada Joo Won. Kini mereka sudah turun dari mobil dan melihat danau dihadapan mereka.

“Indahnya..” gumam Hye Na kagum pada tempat yang belum pernah ia datangi ini.

Joo Won melirik Hye Na dan tersenyum.
“Indahkan, ini tempat rahasiaku.” Seru Joo Won tanpa melihat Hye Na.
Hyena memandang Joo Won, dia merasa aneh sekarang namja yang ia takuti malah terlihat seperti malaikat sekarang.
“Kau suka?” Tanya Joo Won singkat.
 Hye na hanya menganggukan kepalanya. Mereka berkeliling disekitar danau itu, melihat pemandangan yang indah dimana-mana. Hye Na merasa aneh sekali karena dia tidak tahu kalau ada tempat sebagus ini di Seoul.

Hye Na melihat ada kura-kura kecil dipinggir danau, dan dia menuju kearah kura-kura itu. Joo Won yang heran akhirnya mengikuti arah Hye Na pergi. Hyena terlihat senang sekali dia seperti anak-anak, pekik Joo Won dalam hati.

Ceklik….
Suara jepretan kamera HP Joo Won saat memotret tingkah HyeNa yang menggemaskan saat bermain dengan kura-kura itu.

“Kau memotretku hah?” Tanya Hye Na heran.
“Nde, untuk kenang-kenangan, kau cantik sekali disini.” Jawab Joo Won lembut.

HyeNa hanya terdiam namun terlihat wajahnya yang bersemu merah. Joo Won malah sengaja menyentrikan air danau pada wajah Hye Na, yang membuat Hye Na marah. Hye Na menatap tajam Joo Won, dan mengejar Joo Won. Mereka pun berlari-lari dipinggir danau itu. Saat keduanya lelah , mereka duduk di bangku taman dekat danau itu. Hye Na mengatur nafasnya yang terengah-engah, namun Joo Won sibuk memegang perutnya yang sakit, penyakit Joo Won malah kambuh pada saat seperti ini. Namun pada saat Hye na menatap Joo Won, Joo won pura-pura sehat padahal perutnya sakit sekali.

“Kau lelah hah?” Tanya Hye na duluan pada Joo Won.
“Sepertinya kamu lah yang lelah.” Balas Joo Won tak mau kalah.

Kini mata Joo Won dan Hye Na saling bertatapan entah kemana sekarang rasa benci yang ada pada Hye Na, dia hanya melihat ketulusan pada mata Joo Won. Joo Won semakin mendekatkan wajahnya pada Hye Na, sedangkan Hye na tidak menolak sama sekali. Ciuman lembut dan first kiss Hye Na jatuh pada Kim Joo Won, terlihat sekali pipi mulus Hye Na yang memerah akibat ulah Joo Won.

“Saranghaeo Lee Hye Na.” Seru Joo Won memeluk Hye Na hangat.
“Nado, saranghaeo Joo Won.” Balas Hye Na malu-malu.
“Hey panggil aku oppa, arraseo?” Seru Joo Won semakin mempererat pelukannya.
“Arraseo oppa.” Balas Hye Na membalas pelukan Joo won.

Itulah awal dari percintaan Kim Joo won dan Lee Hye Na, mereka berhubungan dengan harmonis, dari rasa benci Hye Na sekarang menjadi rasa cinta yang besar. Namun kehidupan cinta mereka tidak berjalan lancar, dari status keluarga yang berbeda membuat Hye Na ditolak keluarga Joo Won, namun Joo Won terus mempertahankan kasih dan cintanya pada Hye Na.

Setelah 1 tahun berpacaran….

“Oppa” Seru Hye Na kegelian dengan tingkah Joo Won yang memeluk tubuh mungilnya dari belakang.
“Saranghaeo Hye Na.” seru Joo Won ditelinga Hye Na.
“Nado oppa, sarangheo.” Balas Hye Na, kini menatap wajah Joo Won.

Mereka berpelukan, sekarang Hye Na dan Joo Won tinggal satu atap, itu Karena hubungan mereka yang tidak direstui. Keluarga Hye Na hanya pasrah , dan percaya pada Joo Won untuk mengurus putri satu-satunya itu. Meski tinggal satu atap Joo Won masih menghargai Hye Na, mereka akan berhubungan lebih jauh ketika mereka menikah nanti. Joo Won bekerja part time karena tidak mungkin dia kembali pada keluarganya, namun dia tidak memikirkan kondisi tubuhnya yang semakin parah itu.

2 hari kemudian..

Hye Na sedang sibuk membersihkan apartemen kecil miliknya itu, kini dia menuju kamar kekasihnya itu disana dia mendapat banyak sekali obat-obat berserakan. Hye Na menatap satu persatu obat itu dan membacanya. Karena tak mengerti fungsi obat itu Hye Na memutuskan menuju kesebuah apotek, dia kaget sekali saat tahu itu obat apa.

“Maaf nona, kau tidak apa-apa?” Tanya pelayan apotek itu.
“Aniyeo, kamshahamnida.” Jawab Hyena lemas.

Hye Na keluar dari apotek itu dengan sempoyongan, mengenang kembali kata-kata pelayan apotek tadi.

“Oppa, kenapa kau lakukan ini padaku.” Isak Hye Na pecah mengingat itu.

Di apartemen..

Keadaan apartemen itu masih seperti biasa, Hye Na menatap pintu apartemennya berharap kalau Joo won segera datang.

Tookk..tookk….

Hye Na segera membuka pintu itu, bersikap biasa seolah-olah tak terjadi apa-apa. Joo Won melihat kekasihnya itu dengan penuh sayang.
“Oppa kau sudah makan?” Tanya Hye Na perhatian.
“Belum Chagi, kau sudah?” Tanya oppa balik.
“belum, aku ingin menunggu oppa.” Jawab Hye Na dengan senyuman manisnya.

Hye Na memeluk Joo Won dengan erat, Joo Won membalas pelukannya dengan hangat.

“Oppa jangan tinggalkan aku.” Gumam Hye Na, kini tangisannya pecah.
“Waeyo? Kau menangis chagi.” Tanya Joo won memegang wajah Hye Na.
“Oppa sarangheo.” Seru Hye Na kembali memeluk Joo Won.
“Nado chagi, mianhae hidupmu jadi begini.”  Seru Joo won mengelus pelan rambut panjang Hye Na

Sudah dua minggu setelah Hye Na tahu penyakit yang Joo Won derita. Ia terus mencari informasi untuk menyembuhkannya.

Saat Hye Na tidak ada di apartemen, Joo Won terbaring lemah dengan kedua tangannya ia letekan di perutnya, terlihat sekali wajah merintih kesakitan dari Joo Won. Kini wajahnya benar-benar pucat, ia melirik kearah laci tempat menaruh obat-obatnya berharap tangannya dapat menjangkau itu.

Prang…..
Tangan Hye Na menjatuhkan sebuah piring yang ia cuci, firasatnya kini tidak baik.

“Hye Na~ssi ada apa?” Tanya appa Hye Na melihat pecahan piring dibawah kaki putrinya.
“Ani appa, tadi sedikit licin.” Jawab Hye Na beralasan.
“Kalau gitu biarkan saja, kau jangan menyentuh itu biar orang lain yang membersihkannya.” Seru appa Hye na perhatian.
“Nde appa, aku juga permisi mau pulang Joo Won pasti menungguku.” Seru Hye Na melepas celemeknya.
“Nde, titip salam appa padanya.” Seru appa kembali.
“Nde appa.” Jawab Hye Na singkat.

Diperjalanan Hye Na terlihat gelisah dan cemas, berharap kalau tidak terjadi apa-apa pada Joo Won.

Setibanya di apartemen..
Ceklek…

Hye Na terjatuh lemas melihat tubuh Joo won sudah berbaring lemas di bawah kasur. Hye Na segera menghubungi ambulance, dan kedua orang tuanya.

Di rumah sakit…

Dokter yang memeriksa Joo won keluar, dia menggeleng kepalanya. Wajah Hye Na sangat shock dengan kepasrahan dokter itu.

“Dokter kumohon selamatkan kekasihku.” Seru Hye Na menarik lengan dokter itu.
“Nona tenanglah, kekasihmu sudah tidak ada harapan lagi, dia hanya bisa bertahan sementara saja.” Jawab dokter itu membuat kedua kaki Hye Na melemas, Hye na pun jatuh tangannya menutupi wajahnya ia menangis dengan kencang.
“Oppa…..” Seru Hye Na keras.

Tiba-tiba keluarga Joo Won datang dan memaki habis Hye na dan keluarganya. Eomma Joo won menangis tanpa henti, mereka melarang Hye Na untuk menemui Joo Won lagi.

_Hye Na pov’s_

Sudah dua minggu aku tak bertemu oppa, aku merindukannya. Aku ingin tahu kabarnya, apa dia makan dengan teratur, apa dia juga merindukanku.

Tanpa kusadari air mataku kini keluar lagi, mengingat semua kenangan manis bersama oppa. Berharap kalau dia datang kesini memanggil namaku dan memelukku.

“Hye Na~ssi” Seru seseorang memanggil namaku.

Ku kira itu oppa ternyata itu Min ho sepupuku. Sebenarnya Minho adalah namja yang baik dia pernah menyatakan perasaanya padaku, dan dia adalah namja yang waktu itu mengajakku pulang.

“Nde oppa.” Balasku dengan senyuman dan segera mengahapus air mata dipipiku ini.

Minho oppa semakin mendekatiku, dia melihat mataku yang sembab akibat menangis.
“Kau menangis lagi?” Tanyanya membuatku sedikit malu.
“Nde oppa,”
“Kau sangat merindukannya Hye Na?” Tanyanya lagi
“Nde, aku sangat merindukannya.”  Balasku memandang matanya.
 Tanpa berkata apa-apa Minho oppa memelukku, mungkin ini pertama kalinya Minho oppa melakukan ini padaku. aku juga menyukainya namun sebagai seorang adik pada kakak, tapi perasaan Minho oppa terlalu jauh sehingga dia begitu mencintaiku.

“Oppa mianhae.” Seru ku di sela isakanku yang semakin kencang.
“Nde, Arraseo.” Seru oppa melepas pelukannya.

_Hye Na Pov’s end_

_Joo Won Pov’s_

Aku benar-benar merindukan Hye Na, tetapi bagaimana caranya aku keluar dari rumah besar ini. Mereka sama sekali tidak merestuiku dengan Hye na, waktu ku pun tidak lama lagi. Ya Tuhan sebelum kau mengambil nyawaku ijin kan aku untuk membuatnya bahagia.

Aku tidak bisa tinggal diam saja disini, memakai infus ditangan aku benar-benar seperti seseorang yang lemah.
Sepertinya rumah sedang sepi aku segera memakai pakaianku, mengambil kunci mobilku dan berjalan menuju rumah orang yang sangat ku rindukan.

Di tempat Hye Na

Aku melihatnya, dia sedang membantu kedua orang tuanya seperti biasa. Aku merindukan senyuman dan suaranya itu.
Aku berjalan menujunya, ku raih pinggang kecilnya ku peluk dia dengan hangat.

“Ah..oppa.” sentak Hye Na kaget melihatku ada dibelakangnya.
“Bogosipo chagi.” Seruku memeluk tubuh mungilnya itu.
“Nado oppa, bogosipo.” Balas Hye Na terasa sekali air mata yeojaku ini mengalir.
“Cep…cep..aku ada disini sekarang, jadi jangan menangis chagi.” Seruku menghapus air matanya.
“Nde oppa, saranghaeo.” Seru Hye na, membuatku tak tahan dengan kerinduanku selama ini.

Cup~~~~
Aku mencium bibir mungilnya itu, aku rindu sekali dengannya. Dia menatapku dengan lembut, aku menariknya naik ke dalam mobil.

“Oppa kita mau kemana?” Tanyanya heran.
“Tentu saja kita kawin lari Hye Na.” Seruku membuat wajahnya sedikit ragu.
“Kau tidak mau chagi?” Tanyaku lanjut.
“Ani oppa, asal denganmu aku suka.” Seru Hye Na menyenderkan kepalanya pada bahuku.

Sesampainya di sebuah villa milik Joo Won…

Aku mengajaknya masuk kedalam, terlihat sekali kalau dia sangat terkesan padaku.
“Oppa..Saranghaeo” Serunya menatapku.
“Nado chagi, maukah kau menikah denganku?” tanyaku membuatnya membulatkan matanya.
“Oppa kau melamarku.” Serunya tak percaya.
“Mau menikah sekarang juga bisa.” Seruku menggodanya.
“Oppa..” Balasnya manja.

Aku memeluknya dengan hangat, dia pun membalasnya kini kami benar-benar sangat bahagia. Tapi tiba-tiba sakit ini datang lagi, aku benar-benar tak bisa menahan sakitku ini. Aku mencoba tenang dan melihatkan diriku yang sehat, namun percuma wajahku sudah memucat. Hye Na sangat panic melihat kondisiku seperti ini. Dia membantuku tidur di kasur, dia benar-benar terlihat khawatir.

“Oppa jebal bertahanlah, aku akan segera menghubungi ambulance.” Serunya membuatku kesal.
“Andwae, aku tidak ingin mati disana, aku ingin mati didekatmu.” Seruku membuatnya mengeluarkan air mata.
“Oppa berhentilah bicara kematian, kau pasti sembuh penyakit kankermu pasti sembuh.” Serunya dengan suara meringis menangis diatas dadaku.
“Saranghaeo Lee Hye Na.” Gumamku pelan menahan sakit ini.
“Nado oppa,jebal bertahanlah,” Suaranya kini terdengar samar.
Sungguh aku sudah tidak dapat menahan rasa sakit ini, terima kasih Tuhan kau memberiku seorang kekasih yang mengerti aku. Aku sangat mencintainya, ku mohon jagalah dia saat aku tidak ada. Berikanlah dia jodoh yang baik dan dapat mencintainya melebihiku.

“Op….pa…” Suaranya semakin samar.  Aku tak kuasa menahan ini lagi kini mataku benar-benar tertutup.
“Sarangheo Lee Hye N….”
_Joo Won Pov’s end_

___Hye Na Pov’s____

“Sarangheo Lee Hye N….”
Oppa tidak melanjutkan perkataannya, matanya tertutup, tak ada suara detak jantungnya lagi,

“Op…pa..” Seruku tak percaya pada pemandangan didepanku.

Tubuhku melemas dan bergetar , “Op..pa…” Teriakku kencang disertai isak tangis.
“Jebal..sadarlah oppa, jebal oppa jangan permainkanku.” Seruku mengguncang-guncang tubuhnya yang kaku.
“Kim joo Won jangan tinggalkan aku.” Seruku memeluk tubuhnya erat berharap dia membuka matanya lagi.

Tubuhku terjatuh lemas disampingnya, kenapa Tuhan, kenapa kau merenggutnya dariku. Aku mencintainya, aku sangat mencintai Kim Joo won.

Hari pemakaman Joo Won

Orang tua Joo Won menatapku dengan tajam, eommanya menghampiriku dia memelukku. Dia mengis dalam pelukanku.
“Mianhae Hye Na, kami telah jahat padamu.” Seru eommanya padaku.
“Nde Ajumma.” Balasku dengan tersenyum.
“Joo won meninggalkan ini untukmu, bacalah.” Seru eommanya memberikan secarik kertas dan meninggalkanku sendiri di makam Joo Won.


Dear,Lee Hye Na

Mungkin ketika kau membaca ini aku sudah terbaring kaku dibawah tanah. Hye Na~ssi aku mencintaimu, kau tahu tak ada yang bisa menggambarkan berapa besar rasa sayangku padamu. Aku harap kau akan hidup dengan baik sekarang, jangan menyalahkan dirimu sendiri ini adalah takdir Tuhan. Semoga kau selalu bahagia, carilah namja yang lebih baik dariku. Aku akan menjagamu dari sini, Hye Na~ssi Saranghaeo.

Air mataku tak henti turun dari kedua mata ini. Kenapa mata ini egois aku takut ini akan memberatkan oppa disana.

Flashback end….

“Kau tak apa-apa kan?” Tanya namja itu yang ternyata Minho.
“Nde oppa,” Jawab Hye Na melepas pelukan Minho.
“Hapus air matamu, kasihan Joo Won kan.” Seru Minho membantu mengelap airmata Hye Na.

Hye Na berpamitan pada Joo Won, dia mengelus nisan Joo Won. Tersenyum dan memberikannya buket bunga.
“Oppa, besok aku akan kesini lagi.” Seru Hye Na mengelus nisan Joo Won.
Minho dan Hye Na pun meninggalkan makam itu.

_Tamat_