Rabu, 26 Oktober 2011

fanfiction/You Are My Destiny/Part 4

Title              : You are my destiny
Genre           : Romance, gaje (?)
Cast             : Im Yoona Snsd, Kim Ryeowook Suju, Kim Jong Woon (Yesung) Suju
Other Cast   : Park Jung Soo (Leeteuk) sbg Appa Yoona, Tiffany Snsd
Author         : farahdiba Maulani

PERHATIAN : 

Ini ff pertama saya, jadi pasti banyak banget keanehan-keanehan (?) dalam ff ini..semoga anda bisa menikmati ..:)

NO BASHING!!!

SELAMAT MEMBACA..:))





______Wookie Pov’s_______


Apa yang ku lakukan padanya, aku telah membuat yeoja yang ku cinta menangis. Aku sangat menyesal, aku benar benar menyesal. Aku terbakar cemburu karena kedekatannya dengan hyungku. Aku begitu bodoh. Wookie kau bodoh sekali.


_Wookie Pov’s end_


______Yoona Pov’s______


Kenapa dengan Wookie dia membuatku seperti orang jahat, padahal aku tak ingin membencinya. Tapi sikapnya kali ini benar-benar membuatku jengkel dan kesal sekali. Dan kenapa lagi aku menangis di depannya.


_Yoona Pov’s end_



____Author Pov’s_____

Yoona sampai duluan dari Wookie, saat dia berjalan menuju rumahnya. Yesung memanggilnya.

“Yoona” Panggil Yesung .

“Ne oppa,” jawab Yoona lemas.

“Kau kenapa Yoona, apa kau habis menangis?” seru Yesung perhatian.

“Aniyeo oppa tadi di jalan banyak debu, mataku jadi berair,” jawab Yoona penuh alasan.

Yesung percaya saja pada Yoona dan memopong tubuh Yoona yang lemas kedalam rumah Yoona.
Dari jauh Wookie melihat itu, dia begitu khawatir pada Yoona, dan sedikit kesal pada hyungnya yang ganjen itu.


_Author Pov’s end_


_____Yesung Pov’s_______


Ada apa ini Yoona jadi lemas seperti ini, aku membopongnya masuk ke rumahnya, mendudukannya di sofa.

“Yoona apa kau mau minum? Dimana dapurnya biar aku buatkan,” seruku perhatian.

“Ne oppa, dapurnya disana.” Jawab Yoona menunjukan arah dapurnya.

Aku melihat matanya merah, aku tahu itu bukan Karena debu, apa dia punya masalah di sekolahnya, apa dia bertengkar dengan kekasihnya. Sudahlah aku antarkan minuman ini dulu.


_Yesung Pov’s end_




_____Yoona Pov’s_______


Lihatlah oppa begitu perhatian padaku, aku senang sekali. Tapi perasaan sakit dan kesal ini masih ada. Ah oppa sudah datang dari dapur, dia membuatkanku minuman.

“Ah, aku baru sadar kau memakai pita itu Yoona,” seru oppa padaku.

“ne oppa, gomawo buat pita dan minuman ini,” seruku dengan tersenyum.

Aku sudah sedikit lupa dengan masalah tadi. Ini karena ada oppa disini.

“Mianhae Yoona, apa kau sudah punya pacar?” Tanya oppa, sontak pertanyaan itu membuatku aga grogi.

“Aniyeo oppa, belum punya.” Jawabku malu-malu.


Oppa hanya tersenyum dan meyuruhku istirahat. Aku gak tau maksud oppa Tanya seperti itu.


_Yoona Pov’s end_




_____Author Pov’s_______


Melihat Yoona sudah sedikit baikan, Yesung meminta izin untuk pulang ke rumahnya. Yoona sedikit kecewa karena Yesung buru-buru pulang,,

“Yoona, kalau ada perlu apa-apa telepon aku saja, kau tau no ku kan?” Tanya Yesung

“Ne oppa, aku punya” jawab Yoona dengan senyum manisnya.

“Istirahatlah, aku pulang dulu.” Seru Yesung meninggalkan Yoona.

Mata Yoona terus memandangi tubuh Yesung yang semakin lama lenyap dibalik pintu.

“Oh..oppa aku ingin sekali kau terus menemaniku,” gumam Yoona dalam hati.

Yoona pun berjalan menuju kamarnya.


_Author Pov’s end_



_____Wookie Pov’s____


Tepat saatku sampai didepan rumah, aku melihat hyung keluar dari rumah Yoona. Betapa sakit dan kesalnya hatiku saat ini. Aku berharap mereka tidak melakukan apa-apa tadi.

“Wookie~a,,,kamu sudah pulang?” pertanyaan bodoh hyung padaku.

“Ne hyung, kalau aku masih sekolah aku gak akan ke rumah..” jawabku sinis.

Aku masuk ke rumah meninggalkan hyung yang masih terdiam mendengar jawabanku tadi.


_Wookie Pov’s end_



______Yesung Pov’s______


Aku kaget sekali dengan perubahan sikap saengku ini, dia jadi lebih ketus dan galak padaku,, apa aku ada salah padanya. Dia juga jadi malas memasak untukku, padahal itu dulu hobinya .


_Yesung pov’s end_



____Author Pov’s_____

Yesung melihat Wookie duduk diruang tengah sambil membaca buku, karena Yesung masih penasaran kenapa tadi Yoona menangis,akhirnya Yesung menghampiri Wookie.

“Wookie~a,, tadi aku melihat Yoona sedih sekali, apa dia ada masalah di kelas?” Tanya Yesung serius.

“Mwo??” Seru Wookie, tak ada kata lagi yang diteruskan Wookie, dia terdiam dan berfikir.

“Apa yang ku lakukan, oh Tuhan Yoona pasti marah besar padaku, bagaimana aku bisa minta maaf padanya.” Gumam
Wookie dalam hati.

“Wookie kenapa pertanyaanku tidak kau jawab” seru Yesung mengagetkan Wookie.

“Ya!!! Hyung babo, jangan mengagetkanku.” Balas Wookie teriak.

Ting Tong~~~~ (bunyi bel rumah Wookie)


“Siapa itu?” Tanya Yesung berbisik.

“Mana ku tau,” Jawab Wookie meninggalkan Yesung.

Yesung membuka pintu, dia melihat sosok yeoja cantik tapi bukan Yoona,

“Ah….ganteng sekali.” Seru Yeoja itu.

“Mwo?? Maksudmu aku?” Tanya Yesung Pede..

“….”belum sempat Yeoja itu menjawab Wookie datang dan kaget melihat yeoja didepan Yesung.


“Tiffany, kenapa kau bisa kesini?” Tanya Wookie kaget.

“Mwo? Kau yang menyuruhku kesini kan, masa kau lupa.” Jawab Fanny membela diri.

“Oh..jadi yeoja cantik ini teman Wookie,” seru Yesung tersenyum pada Fanny.

“Ne oppa, aku kesini untuk bertemu denganmu” balas fanny tanpa ditanya.

“Mwo? Bertemu aku? Maksudnya?” Tanya Yesung penasaran.

“Aniyo, maksudku aku ingin kenalan denganmu oppa.” Seru Fanny manja.

Yesung kaget dengan tingkah teman Wookie ini, walau cantik tapi Fanny agresif sekali, tapi karena kasihan Yesung akhirnya meladeni Fanny yang manja itu.


_Author Pov’s end_



____Wooki Pov’s____


Rasakan itu hyung, ladeni saja gadis manja itu. Itu jauh lebih cocok denganmu dibanding Yoonaku.

“Yoona bagaimana aku meminta maaf padamu.”.

Aku melihat lampu kamar Yoona masih menyala, sepertinya dia belum tidur, aku ingin sekali bertemu dan meminta maaf padanya.
Aku ambil Hp ku dan aku rasa aku harus meneleponnya.

“tuuuuttttuuuttttt…”

Teleponnya belum Yoona angkat, aku merasa kalau dia gak akan mengangkatnya.


“Annyeong??” terdengar suara dari Hpku, suara agak serak mungkin karena terlalu lama menangis.

“Annyeong, Yon…..” tutttuttttutttttt….. belum sempat ku lanjutkan kata-kataku panggilan sudah terputus.
Oh Yoona, kenapa kau membuatku begini.


_Wookie Pov’s end_


____Yoona Pov’s____


Ternyata itu Wookie yang telepon, aku kesal sekali padanya, sampai mendengar suaranya pun aku enek.
Tapi apa aku agak berlebihan ya, aku dan Wookie kan sudah dari kecil bersahabat. Wajar saja kalau kami suka bertengkar, tapi kali ini aku benar-benar marah pada Wookie. Ooh Wookie coba kau tidak berlebihan seperti itu aku pasti tidak akan begini.


_Yoona Pov’s end_


____Author Pov’s____


Pagi harinya Wookie menunggu Yoona di jalan yang biasa mereka lewati, namun dari tadi Yoona belum lewat juga.
Terlihat sosok Yoona dari arah yang Wookie tunggu, Wookie merasa tegang sekali melihat Yoona semakin mendekat.

“Annyeong” seru Wookie pada Yoona. Namun Yoona tetap berjalan meninggalkan Wookie.

Wookie yang merasa diabaikan Yoona terlihat kesal, namun dia berfikir kalau dia kasar lagi Yoona akan tambah marah padanya. Akhirnya Wookie berjalan dibelakang Yoona.


_Author Pov’s end_



_____Yoona Pov’s_____


Wookie yang menyebalkan itu sekarang ada dibelakangku, oh Tuhan aku masih kesal padanya, namun aku tidak bisa selamanya begini dengan dia. Mungkin sementara ini kami lebih baik saling diam-diaman saja.


_Yoona Pov’s end_



____Author Pov’s_____

Yoona dan Wookie berjalan tanpa sedikitpun berbicara, mereka berdua sama-sama diam.

Kriiiiiiiingggggggggg~~~~`~~
Bel tanda mulainya pelajaran.

Dari awal masuk kelas mata Wookie terus menatap Yoona yang duduk paling depan. Terkadang Yoona melirik lalu membuang muka pada Wookie.

“Apa yang harus ku lakukan .” gumam wookie dalam hati.

Tuuukkk
“Aww…” seru Wookie.

“Ya!!! Kim Ryeowook perhatikan kedepan,” Seru guru Matematika.

Yoona melirik tajam pada Wookie seolah berkata “ Pisahkan antara persoalan pribadi dengan belajar”.

Kriiiiiinggggggggg~~~~
Istirahat…

Wookie berfikir untuk mulai meminta maaf pada Yoona, sebelum sempat sampai dikursi Yoona, seorang yeoja memanggil Wookie. Karena suasana kelas jadi sedikit berubah gara-gara panggilan yeoja tadi, akhirnya Wookie menghentikan niatnya, dan berjalan menuju yeoja itu.

“ada urusan apa memanggilku?” Tanya Wookie sinis.

“E….oppa ada yang ingin ku tanyakan.” Jawab yeoja manis itu.

“Ah, kau mau bertanya matematika? Jangan ke aku, tanyakan pada si Kyu anak kelas A sana.” Seru Wookie sok tahu.

“Aniyeo oppa, aku bukan bertanya itu. Oppa ikut aku sebentar,” seru yeoja itu sambil menarik lengan kanan Wookie.

Yoona melihat Wookie berbincang dengan yeoja didepan pintu, awalnya Yoona tak peduli, tapi lama kelamaan Yoona berbalik lagi dan dia tidak melihat sosok Wookie dan yeoja tadi lagi.

“Kemana mereka,” gumam Yoona.

_Author Pov’s end_


_____Wookie Pov’s____


Seenaknya yeoja ini menarik tanganku, dan sekarang dia malah membawaku ke tempat sepi seperti ini.

“Oppa, apa kau sudah punya pacar?” Tanya yeoja itu mengkerutkan bibirnya.

“Ah…urusan apa dengan kau, aku punya atau tidak.” Seruku ketus.

“Oppa, ayolah bilang kau punya atau tidak,” rengek yeoja itu.

“Wae? Aku memang belum punya.” Jawabku membuang muka.

“Benarkah? Sungguh oppa?” Tanya yeoja itu dengan muka yang menurutku lebay.

“Ya!!! Sebenarnya ada apa kau mengajakku kesini,” seruku mendorong yeoja itu yang semakin lama mendekatiku.

“Oppa. Mau kah kau jadi pacarku?” Seru yeoja itu to the point.

“Mwo?” sentakku kaget.

“Ne oppa, aku sudah menyukaimu semenjak aku melihatmu di sekolah ini.” Seru yeoja itu penuh harap.

“Sudahlah, aku tidak ada waktu untuk meladenimu,” seruku meninggalkan yeoja itu.

Aigo Wookie,, ada yang menyatakan perasaannya padamu. Seandainya itu Yoona, ah…Yoona aku baru ingat.


_Wookie Pov’s end_




____Author Pov’s____


Yoona masih menunggu sosok Wookie yang dari tadi belum juga muncul di kelas, kelihatannya Yoona sedikit cemas.

“Wookie babo itu kemana sih, apa yang dia lakukan dengan yeoja centil itu.” Gumam Yoona pelan.

Bruukkkkk…………
(suara seseorang menabrak pintu)

“Itu dia, babo sekali sampai pintu ditabrak.” Gumam Yoona dalam hati sambil tersenyum geli melihat Wookie.

“Mwo? Apa yang kalian liat. Pergi sana.” Seru Wookie marah melihat teman-temannya menertawakannya.

Wookie melihat kearah Yoona, dan dia tahu kalau Yoona juga ikut tertawa.


Jam pelajaran pun selesei, waktunya pulang…



_Author Pov’s end_



_____Yoona Pov’s_____

Aku tahu sekarang Wookie ada dibelakangku, rasanya itu sangat menyebalkan. Kenapa dari tadi dia tidak meminta maaf padaku. Apa dia tidak merasa salah.
Aku terus berjalan menjauhinya, namun Wookie terus saja mengejar langkahku. Sampai aku kehilangan keseimbangan dan akhirnya aku jatuh tepat didepan Wookie.

“Haa..haaa..haa..” tertawa menyebalkan Wookie.

“Ya!!!” seruku dengan menatapnya tajam.

“Wae, kau jatuh sendiri bukan aku yang mendorongkan?” serunya membuatku kesal.

“Aniyeo kau yang membuatku jatuh.” Seruku membuatnya berfikir.

“Mwo? Bumi dan langit pun tahu kau jatuh sendiri.” Sindir Wookie.

“Kau ini menyebalkan sekali,” seruku

“Ne..ne… aku memang menyebalkan, karena itu “MIANHAE” Yoona,” serunya, sontak membuatku diam.

Wookie membangunkanku yang tadi terjatuh di jalan, dia membersihkan rok ku yang kotor, merapikan bajuku yang kusut. Dia sudah kembali jadi Wookie yang dulu.

“Bogosipeun” seru Wookie membuat wajahku yang putih ini jadi sedikit memerah.

“Mwo? “ Tanyaku merasa aneh dengan ucapannya.

Tanpa basa basi Wookie memelukku dengan erat, ya Tuhan ini di jalan dan ini sangat memalukan. Tapi kenapa aku merasa senang.

“Ya!! Lepaskan aku” seruku mendorong tubuh Wookie dari badanku.

Wookie hanya tersenyum manis dan langsung menarikku pergi.


_Yoona Pov’s end_



_____Wookie Pov’s_____


Aku melihatnya terjatuh didepanku, itu membuatku tertawa. Namun aku tahu kalau dia pasti marah. Saat itu aku putuskan untuk memperbaiki hubungan persahabatan kami, tanpa sadar kata itu terucap dari mulutku. “Bogosipeun” ya aku merindukannya. Aku merindukan saat kami jalan bersama, tertawa, dan bertengkar bersama.
Tangan ku pun tak tinggal diam, saat aku sudah membantu membangunkannya aku memeluknya, hal yang dari dulu ingin aku lakukan padanya. Aku sungguh senang dengan saat ini.
Ya, jelas dia memberontak, tapi aku tak marah aku malah senang tadi, walau hanya sekejap, tapi aku rasa Yoona juga menyukai pelukanku tadi.
Aku menarik lengannya dan mengajaknya pergi .


_Wookie Pov’s end_



_____Author Pov’s_____


Yoona dan Wookie kini berbaikan. Terlihat senyum senang dari arah wajah Wookie.

“Yoona” seru Yesung yang melihat Yoona pulang bersama Wookie.

“Ne oppa, ada apa?” Tanya Yoona tersenyum.

“Kau sudah baikan ? senang sekali melihat wajahmu yang tersenyum.” Gombal Yesung pada Yoona.

“Ah oppa bisa saja,” seru Yoona malu-malu.

Yoona melirik kearah Wookie yang dari tadi terlihat kesal karena Yesung. Karena takut membuat Wookie semakin marah, Yoona pergi meninggalkan kedua saudara itu.

“Wookie~a kau yang membuat Yoona tersenyum lagi?” Tanya Yesung .

“Ne” jawab singkat Wookie meninggalkan Yesung diluar.


_Author Pov’s end_


____Yoona Pov’s____

Oh Yoona, bagaimana ini kini perasaanmu jadi campur aduk. Apa kau menyukai Wookie? Oh Tuhan, aku benar benar bingung siapa takdirku nanti. Keduanya sangat baik dan tampan.
Pelukan Wookie tadi begitu hangat dan membuatku jadi nyaman, namun perlakuan oppa padaku kemarin juga membuatku nyaman.

Sudahlah, mungkin nanti waktu yang akan menjawab takdirku. #Author kali mba..wkwkwkwk


_Yoona Pov’s end_



To be continue...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar