Rabu, 26 Oktober 2011

fanfiction/You Are My Destiny/Part 3


Title              : You are my destiny
Genre           : Romance, gaje (?)
Cast              : Im Yoona Snsd, Kim Ryeowook Suju, Kim Jong Woon (Yesung) Suju
Other Cast    : Park Jung Soo (Leeteuk) sbg Appa Yoona, Tiffany Snsd
Author          : farahdiba Maulani


PERHATIAN :  

Ini ff pertama saya, jadi pasti banyak banget keanehan-keanehan (?) dalam ff ini, semoga anda dapat menikmati, .><..


NO BASHING!!!


SELAMAT MEMBACA..:))




________Author Pov’s_________


Yoona dan Yesung pergi ketempat hiburan di Korea (Kaya dufan di Indo), mereka berdua terlihat senang. Dari kejauhan Wookie melihat Yesung dan Yoona bersama, hatinya kini menjadi hancur dia cemburu. #Wookie~ssi bareng aku aja…>

Semenjak pergi tadi, mata Yoona terus memperhatikan Yesung, dia benar-benar merasa kalau ini mimpi.

“ Oh Tuhan, kalau ini mimpi jangan bangunkan aku dulu” gumam Yoona dalam hati.

Yesung melihat Yoona dia merasa kalau dari tadi Yoona melihatnya.

“ Cantik” Seru Yesung pelan.

“ Mwo?? Tadi oppa bilang .” tanya Yoona mengagetkan Yesung.

“ Aniyo, tadi aku melihat kupu-kupu terbang, cantik sekali” Jawab Yesung sambil senyum-senyum.

“ Oh” seru Yoona, sedikit kecewa.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ketempat lain di Korea.


Author Pov’s end



_______Yesung Pov’s_________


Aku melihatnya dari tadi memperhatikanku, Yoona manis sekali sekarang.
Aku senang hari ini Wookie menolak mengatarku, karena aku bisa diantar yeoja manis ini.
Sepertinya Yoona punya perasaan padaku, melihatnya seperti itu membuatku semakin nyaman bersamanya.


Yesung Pov’s end


_____Author Pov’s______


Seharian mereka lewati dengan jalan-jalan, tanpa tau kalau Yoona tadi pergi tanpa meminta izin pada appanya.

“Yoona, gomawo buat hari ini, aku senang sekali” seru Yesung menghampiri Yoona.

“Ne oppa, aku juga senang.” Ucap Yoona malu-malu.

“Ini untukmu, aku membelinya tadi.” Seru Yesung, sambil memberi sebuah bungkusan pada Yoona.

“ apa ini oppa?” Tanya Yoona penasaran.

“Buka saja nanti, semoga kamu suka, aku pulang dulu ya.” Seru Yesung berjalan menjauhi Yoona.

“Aigo Yoona, harusnya kamu senang.” Gumam Yoona dalam hati.

Yoona berjalan menuju pintu rumahnnya, ia baru ingat kalau tadi dia tidak meminta izin pada appanya.

“ Babo Yoona.” Gumam Yoona.

Dengan pelan-pelan Yoona membuka pintu rumahnya dengan kunci yang dia bawa.

“ Cekrek..(?????)” suara pintu rumah Yoona terbuka.
Tidak terlihat sosok appa Yoona didalam.
Akhirnya Yoona berjalan menuju kamarnya, saat ingin membuka pintu kamarnya tiba-tiba..

“ekhem…” terdengar suara seseorang dari arah belakang.


_Author Pov’s end_



________Yoona Pov’s_______


“Omo..itu pasti appa” gumamku pelan.

Dengan wajah tanpa dosa aku membalikan badan dan tersenyum pada appaku yang gagah itu.

“Annyeong appa.” Seruku sambil tersenyum.

Tapi appa masih diam dengan kedua tangan disilangkan. Aku takut sekali appa akan marah besar padaku, semoga ibu yang di surga menolongku.

“jam berapa ini, anak gadis main sampai larut.” Bentak halus appa.

“aniyo appa, tadi aku mengantar yesung oppa jalan-jalan.” Jawabku membela diri.

“Sudah sana tidur, cuci kaki dan gosok gigi dulu ya,” seru oppa berjalan menjauhiku.

Huffttt…………untung saja appa tidak marah besar padaku. Appaku itu emang baik hati, gumamku memasuki kamar.


_Yoona Pov’s end_


_______Wookie Pov’s_______


Dari balik jendela rumah aku melihat hyungku mengantar Yoona ke rumahnya. Betapa kesalnya aku menyaksikan adegan romantis itu. Cih!!

“Apa-apan ini seorang namja dan yeoja yang sudah lama tak bertemu malah pergi bersama,” gumam Wookie dalam hati.

Apa dia senang jalan dengan hyungku, sampai jam segini baru pulang, membuatku kesal saja.

Melihat hyung lama-lama disini bisa membuatku nekat, akan aku masak nanti pliharaannya. #ddangkoma jadi korban..wkwkwk


_wookie pov’s end_



_____Author pov’s_______


Yesung membuka pintu rumah, didapatinya Wookie yang berdiri dengan kedua tangan disilangkan didadanya.

“Wae Wookie?” Tanya Yesung melihat Wookie seperti itu.

“Aniyo, kemana saja hyung baru pulang jam segini?” Tanya Wookie balik.

“Sejak kapan dongsaengku perhatian,” Goda Yesung pada Wookie.

“Mwo? Sudahlah bicara dengan hyung tidak berbobot.” Seru Wookie ketus, meninggalkan Yesung.

Yesung merasa Wookie terlihat aneh hari ini, dari tadi pagi sampai sekarang.


_Author Pov’s end_



______Yoona Pov’s_____


Aku melirik bungkusan yang diberikan oppa padaku, ya Tuhan aku senang sekali dia memberiku hadiah.
Aku sungguh penasaran apa yang oppa berikan padaku, perlahan aku buka bungkusan itu aku melihat dua pasang pita berbentuk kupu-kupu.
Ah oppa kau romantis sekali. Aku senang sekali apa kah oppa juga punya perasaan yang sama sepertiku…
atau ini hanya tanda terimakasih dia saja, hatiku terus bimbang memikirkan itu.


_Yoona Pov’s end_



_____Author Pov’s_______


Pagi harinya Wookie melihat Yoona sudah berangkat duluan ke sekolah, Wookie pun mengejar Yoona.

“Ajumma” teriak Wookie pada  Yoona .

“Ya!! Hentikan panggilan itu,” balas Yoona dengan kesal.

“Mwo? Itu panggilan terbaik untukmu.” Jawab Wookie dengan tertawa.

“Aiiisshh…. Kau menyebalkan Wookie,” seru Yoona meninggalkan Wookie.

“Mianhe Yoona, aku kan Cuma bercanda.” Seru Wookie mengejar Yoona.

Yoona terdiam, dia merasa aneh dengan panggilan Wookie tadi, “dia barusan panggil aku Yoona,” gumam Yoona dalam hati.  

“Tapi rasanya aneh juga ya mendengar kau memanggil namaku,” seru Yoona pelan.

“Mwo? Kau itu yeoja aneh, tadi gak mau diledek,” seru Wookie mengkerutkan bibirnya.

Mereka pun melanjutkan perjalanan ke sekolah.



__Author Pov’s end_



_____Yoona Pov’s______

Kriiiinggggggg……..


Bunyi bel waktu istirahat, aku iseng mengeluarkan pita pemberian oppa. Aku mencoba memakainya, dan Yoona kau cantik sekali gumamku memuji diri. Tiba-tiba Tiffany mendatangiku.

“Yoona, pita itu cantik sekali, kau pas memakainya,” puji Tiffany padaku.

“Gomawo  fany,” jawabku lembut.

“siapa yang memberikan itu, apa namjacingumu?” Tanya Tiffany menyudutkanku.

“Aniyo, ini diberi oppa, ah maksudku kakaknya Wookie,” jawabku polos.

“Oppa? Apa dia ganteng kaya Wookie?” Tanya Tiffany menjadi-jadi.

“Ne, tapi gantengan oppa kok, Wookie kan imut.” Jawabku asal.

“Wah…kalau begitu kenalkan aku dong,” rayu Tiffany padaku.

Jelas saja aku gak mau, aku gak akan membiarkan yeoja lain memiliki oppa.

“Mianhe Fany, kenapa kau tak meminta pada Wookie saja,” tawarku padanya.

“oh..ne, benar juga dia kan adiknya, oke gomawo Yoona infonya,” seru Fany meninggalkanku.



_Yoona Pov’s end_



___Author Pov’s____


Tiffany menemui Wookie dan memintanya mengenalkan hyungnya.

“Mwo? Kenalan sendiri aja, jangan bawa-bawa aku.” Seru Wookie Jutek.

“ayolah Wookie, aku mau lihat oppa,” rayu Fany manja. Fany pun mulai memegang tangan Wookie, sontak Wookie kaget.

“oke-oke datang saja ke rumahku, dia (Yesung) pasti ada disana.” Seru Wookie meninggalkan Fany.

Wookie berjalan memasuki kelas, dia melihat Yoona memakai pita kupu-kupu. Dia berfikir kalau itu pasti dari hyungnya.
Jam pelajaran pun selesai, Wookie dan Yoona pulang bersama. Wookie yang dari tadi melihat kesal ke pita kupu-kupu itu.

“hey, apa kau suka barang murahan gitu?” Tanya Wookie ketus.

“mwo? Apa kau meledek pitaku ini.” Jawab Yoona kesal.

“apa itu dari hyungku? Kau murahan sekali mau-maunya menerima barang sembarangan,” seru Wookie menyudutkan Yoona.

“Kenapa Wookie, kenapa dari tadi kau menjengkelkan?” Tanya Yoona, tak terasa air mata Yoona keluar.

“Aku membencimu Wookie, aku benci.” Seru Yoona berlari meninggalkan Wookie.



_Author Pov’s end_


to be continue~~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar