Rabu, 26 Oktober 2011

fanfiction/You Are My Destiny/Part 5

Title              : You are my destiny
Genre           : Romance, gaje (?)
Cast              : Im Yoona Snsd, Kim Ryeowook Suju, Kim Jong Woon (Yesung) Suju
Other Cast   : Park Jung Soo (Leeteuk) sbg Appa Yoona, Tiffany Snsd
Author          : farahdiba Maulani


PERHATIAN : 

Ini ff pertama saya, jadi pasti banyak banget keanehan-keanehan (?) dalam ff ini, semoga anda menikmatinya..:))


NO BASHING!!!

SELAMAT MEMBACA..:))







____Wookie Pov’s____


Tadi aku senang sekali. Tapi setelah melihat muka hyung membuatku kembali kesal. Seandainya dia tidak kembali ke Korea , aku dan Yoona pasti sudah..

“Bruukkkk…”

Suara apa itu, dari arah kamar hyung, apa yang hyung lakukan.

“mwohaeyo hyung?” tanyaku penasaran, aku melihat kamarnya berantakan sekali penuh kardus dimana-mana.

“Wookie~a, aku sedang mencari suatu barang,” jawab hyung sambil mengaduk-aduk isi sebuah kardus.

“barang apa?” tanyaku lagi.

“……….” Tidak ada jawaban.

Hyung sama sekali tidak menjawab, dia malah asik mencari barang itu, dari pada kesal disini aku keluar saja, siapa tau ketemu Yoona diluar.


_Wookie Pov’s end_



____Yesung Pov’s____


Aku sibuk mencari sesuatu, kamarku sudah dipenuhi kardus-kardus usang, tapi barang yang ku cari belum ketemu juga. Karena terlalu serius mencari pertanyaan Wookie pun aku abaikan, maaf ya saengku yang manis. Aku melihat sebuah kardus yang belum ku buka, semoga saja barang itu ada disana.

“Ketemu” ah..barang yang sudah lama aku cari. Ini adalah boneka hasil jaitan tangan Yoona dulu, aku senang sekali. Dulu Yoona memberikan ini saat di Bandara, karena dulu aku masih menganggapnya gadis kecil, aku mengacuhkan hadiahnya ini. Bagaimana reaksinya kalau aku menggunakan hadiahnya ini, apa dia akan menyukaiku. Semoga saja Yoona menyukainya.


_Yesung Pov’s end_



____Author Pov’s____

Yoona duduk didepan rumah, dia melihat Wookie berjalan menghampirinya.

“Yoona~a, kau belum tidur?” Tanya Wookie perhatian.

“Ne Wookie~a, aku belum ngantuk.” Jawab Yoona sedikit lemas,

“Wae Yoona?” Tanya Wookie cemas melihat Yoona sedikit aneh.

“gwenchana Wookie~a” balas Yoona lemas.

“Kamu terlihat sakit, apa belum makan? Appamu sudah datang belum?” Tanya Wookie perhatian + cemas.

“Belum..appa pulang larut malam ini.” Balas Yoona sedikit tersenyum menahan sakitnya.

“Babo, kau pasti belum makan.” Seru Wookie menggendong tubuh Yoona yang sama kecilnya dengan tubuhnya.

“Ah… Wookie~a turunkan aku,” seru Yoona malu karena tubuhnya digendong Wookie.

“Duduklah sebentar, aku akan membuatkan makanan untukmu,” seru Wookie sambil menurunkan Yoona di sofa.

Wookie menuju dapur, Yoona benar-benar kaget dengan sikap Wookie barusan. Kali ini Wookie benar-benar perhatian pada Yoona.

“Sudah siap, makanlah Yoona.” Seru Wookie dengan senyuman imutnya.

“Ne,” balas Yoona singkat.

Yoona mulai memasukan makanan itu ke mulutnya, Wookie senang melihat Yoona mulai makan. Namun suasana disana terasa aneh Wookie dan Yoona diam-diaman, Yoona merasa sedikit canggung mengingat kejadian tadi. Sedangkan Wookie sibuk mencuci wajan yang tadi dipakai memasak.

“Wookie~a” seru Yoona memulai percakapan.

“Ne , ada apa?” Tanya Wookie dengan perhatian.

“gomawo” seru Yoona pelan.

Wookie hanya tersenyum manis pada Yoona. “Gwenchana” balas Wookie melanjutkan kegiatannya.


_Author Pov’s end_



____Yoona Pov’s____


Entahlah, baru kali ini aku merasa sangat gugup berada didekat Wookie. Oh Tuhan tadi dia keren sekali, mengangkat tubuhku, lalu memasak ini untukku. Sungguh ini membuatku aneh, padahal sudah sering dia memasak untukku, tapi rasanya ini berbeda.
Sekarang melihat sosoknya yang ada didepanku ini benar-benar membuatku malu, dia begitu perhatian. Ya ampun, apa yang ku pikirkan, bukankah aku menyukai oppa tapi kenapa sekarang Wookie juga. Oh Yoona babo sekali kau.

“Babo” gumamku memukul kepala sendiri.

“Waeyo?” Tanya Wookie melihat tingkahku yang aneh ini
.
“Aniyeo Wookie~a, tadi ada lalat” jawabku sambil tersenyum memegang sendok.

“Oh, lanjutkan makannya. Kau harus makan yang banyak Yoona, biar badanmu sedikit berisi.” Seru Wookie yang membuat kekagumanku padanya luntur..

“Mwo? Kau juga kuruskan. Kenapa meledekku kurus.” Sontakku marah padanya.

“Ha..haahaa… aku Cuma bercanda Yoona, lanjutkan makanmu sebentar lagi aku pulang.” seru Wookie.

“Pulang?” tanyaku aneh.

“Ne, masa aku nginap disini. Apa kata appamu nanti, apa kau ingin aku menemanimu?.” goda Wookie .

“mwo? Bukan itu maksudku.” Jawabku dengan tingkah agak aneh.

“sudahlah, aku sudah selesei mencuci ini kau juga sudah makan, aku pulang ya.” Seru Wookie sambil mengelus rambutku.

“Ya!!apa yang kau lakukan, aku bukan bocah tau.” Sontak aku kaget dan menepis tangan Wookie.

“Mianhae bocah, aku pulang dulu.” Seru Wookie dengan lidah menjulur keluar, dia pun pergi meninggalkanku.

Aku benar-benar merasa aneh, oh…seandainya dulu yang menyelamatkanku itu Wookie pasti aku sudah menyukainya dari dulu dan…. Ya ampun apa yang ku pikirkan, jangan-jangan aku suka… ah..>


_Yoona Pov’s end_



____Author Pov’s_____


Pagi harinya Yesung menunggu Yoona didepan rumahnya, Yoona terkejut melihat Yesung ada didepannya.

“Pagi Yoona,” sapa Yesung dengan senyuman mautnya.

“Pagi oppa, tumben oppa pagi-pagi mencariku.” Seru Yoona penasaran.

“Ne, aku sengaja ingin mengantarmu ke sekolah.” Seru Yesung menarik tangan Yoona agar segera jalan.

“oh..oppa..” Yoona hanya pasrah mengikuti tarikan tangan Yesung.

Akhirnya mereka berhenti berlari.

“kau capek Yoona?”Tanya Yesung perhatian.

“Ne op..pa..” jawab Yoona terengah-engah..
“Mianhae Yoona,” seru Yesung sambil mengelap keringat di wajah Yoona.

“Op..pa” seru Yoona kaget, namun malu-malu.

“Gwenchana Yoona, biarkan aku mengusap keringatmu.” Seru Yesung melanjutkan kegiatannya.

Yoona hanya terdiam malu-malu, wajahnya kini dekat sekali dengan Yesung.
Dari ujung jalan Wookie melihat Yoona dan Yesung, Wookie sangat kesal dengan adegan yang mereka lakukan. Namun jika Wookie bertindak gegabah lagi Yoona akan membencinya lagi. Maka Wookie hanya melihat Yoona dan Yesung dari arah jauh.


____Yoona Pov’s____


Tadi malam Wookie, dan pagi ini oppa. Ya ampun, kenapa mereka berdua berputar-putar di kepalaku. Oppa benar-benar romantic sekali, dia tahu kesukaan wanita. Tuhan pada siapa hatiku ini jatuh, oppa kah atau Wookie kah.
Ya ampun, Wookie, aku lupa kalo aku sekarang bersama oppa dan meninggalkan Wookie pergi. Apa sekarang Wookie melihatku bersama oppa, apa yang sedang dia lakukan sekarang.

“ada apa Yoona?” Tanya oppa melihatku gelisah.

“gwenchana oppa.” Jawabku dengan senyuman manis.

Kami pun melanjutkan perjalanan ke sekolah.

“Oppa” teriak seorang yeoja, yang suaranya aku kenal.

Benar saja itu Tiffany, omo…kenapa dia memanggil oppa dengan akrab begitu.

“Ne Fanny, Waeyo?” Tanya oppa begitu akrab.

“Oppa kau mengantar Yoona ke Sekolah, apa kalian pacaran?” Tanya Fanny membuat ku dan oppa sedikit canggung.

“An…”

Belum sempat aku mengucapkan tidak, oppa malah bialang “Ne, Yoona adalah yeojacinguku.” Seru oppa membuatku dan Fanny kaget.

“Mwo?” sentak aku kaget dengan ucapan oppa barusan.

“Oppa, benarkah? Yoona benarkah?” Tanya Fanny tidak percaya.. aku pun sungguh tidak percaya, sejak kapan aku dan oppa pacaran.

“Ne..arraseo?” Tanya oppa pada Fanny. Sekarang oppa malah memeluk pundakku.
Fanny yang kaget dengan jawaban oppa, pergi meninggalkan kami.

“oppa, apa yang kau katakana tadi?” tanyaku cemas.

“Mianhae Yoona, apa kau marah jika aku bilang seperti itu.” Tanya oppa yang membuatku semakin bingung untuk menjawabnya.

“Aniyeo oppa, tapi kita kan tidak pacaran, bagaimana kalau Fanny tau yang sebenarnya.” Seruku beralasan.

“Kalau begitu kita pacaran saja,” tawaran oppa yang membuatku tambah bingung. Kenapa aku malah bingung, harusnya aku senang. Tapi masih ada beban dihatiku ini, entah apa beban ini.

“Oppa..” seruku pelan.

“gwenchana Yoona, jangan dijawab sekarang kalau kau belum bisa.” Tawar oppa lagi padaku.

Oh Tuhan, aku hanya dapat terdiam. Apa ini sungguhan, seorang Kim Joo Woon menembakku..oh..aku tak tau harus berkata apa, tapi perasaan aneh di dada ini masih ada, masih terasa cemas.


_Yoona Pov’s end_



____Author Pov’s_____


Tanpa disadari Yoona dan Yesung, Wookie juga menguping pembicaraan mereka. Betapa hancurnya hati Wookie saat hyungnya menyatakan cinta pada Yoona. Wookie mengepal kencang tangan kanannya, dan memutar arah jalan agar tidak diketahui Yoona dan Yesung.

Krrriiiiiiinggggg~~~ (bel istirahat)
Yoona masih duduk diam dibangkunya, terkadang Yoona menopangkan wajahnya dikedua tangannya.

“Apa yang harus ku jawab, Ne atau Aniyeo” gumam Yoona pelan.

Wookie yang dari tadi melihat tingkah Yoona, sedikit kesal. Namun Yoona melihat kearah Wookie dan tersenyum.
Yoona mengajak Wookie keluar, dia menanyakan pendapat Wookie terhadap Yesung.

“Wookie~a, eemm..hari ini oppa menyatakan cintanya padaku.” Seru Yoona polos pada sahabatnya itu.

“Chukhae..” Balas Wookie dengan senyum terpaksa, pura-pura tidak tahu.

“Gomawo, namun aku belum menjawabnya.” Seru Yoona melanjutkan.

“Waeyo? Bukankah kau menyukainya?” Tanya Wookie sedikit senang.

“Ne, tapi rasanya ada yang aneh dengan aku, aku sendiri bingung.” Balas Yoona polos.

“Ireon!” seru Wookie sambil memegang kepala Yoona.

“Ya!! Sudah ku bilang jangan memegang kepalaku, babo” seru Yoona menjulurkan lidahnya.

“Aku harap kau menolaknya.” Gumam Wookie pelan, namun terdengar oleh Yoona.

Wookie pergi duluan meninggalkan Yoona, Yoona hanya terdiam dan bingung dengan harapan Wookie tadi.


_Author Pov’s end_



_____Wookie Pov’s____


Aku harap Yoona menolaknya, namun apa itu akan terjadi. Gadis yang ku cintai dari dulu akan jadi milik hyungku, sungguh aku benar-benar kesal. Aku ingin bilang itu padanya dari dulu, tapi kenapa didahului hyungku.

Harusnya Yoona sedikit sadar saat aku bilang kalau aku harap dia menolaknya. Tapi gadis polos itu apa mengerti harapanku. Oh Yoona kenapa kau membuatku gila.


_Wookie Pov’s end_


______Yoona Pov’s_____


“aku harap kau menolaknya.” Gumam Wookie pelan, namun masih bisa ku dengar.
Apa maksudnya dia bilang seperti itu, apa dia cemburu. Oh…kenapa kakak beradik itu membuatku bingung, kini Wookie malah meninggalkanku sendiri disini.

Aku semakin bingung harus menjawab apa pada oppa, oh… aku sangat menyukai oppa, namun kenapa Wookie selalu berputar di kepalaku.



_Yoona Pov’s end_




____Author Pov’s____


Tiga hari kemudian~~~

Yesung yang penasaran dengan jawaban Yoona, menunggunya tepat di gerbang sekolah Yoona.

Kriiiiiiiingggggggg~~~~ (bel pulang berbunyi)

Yoona berjalan menuju pintu gerbang, dengan kedua tangan memegang tali tas punggungnya.

“Yoona~a” teriak Yesung yang melihat Yoona semakin dekat dengannya.

“Oh..oppa” balas Yoona berlari menuju Yesung.

Mereka pulang bersama, tapi kali ini mereka melewati jalan yang berbeda. Yesung sengaja mengajak Yoona ke sebuah café.

“Oppa, kenapa kita kesini?” Tanya Yoona agak canggung.

“Gwenchana, aku ingin mentraktirmu Yoona.” Balas Yesung dengan senyum menawannya sambil menarik  Yoona kedalam café.

Mereka duduk berhadapan di café, Yoona terlihat sangat canggung, namun Yesung hanya menatapnya penuh ketulusan.

“Mianhae Yoona, aku sudah tidak sabar dengan jawabanmu.” Seru Yesung yang membuat mata Yoona sedikit membulat kaget.

“Mianhae oppa, aku terlalu lama berfikir.” Seru Yoona menatap Yesung malu.

“Gwenchana Yoona, aku tahu sifatmu yang pemalu.” Seru Yesung tersenyum.

“Oppa, kenapa kau menyukaiku?” Tanya Yoona, sontak membuat Yesung sedikit kaget.

“Kau manis, baik dan perhatian, aku juga sudah lama mengenalmu.” Jawab Yesung menatap Yoona serius.

“Oppa, kau membuatku malu saja.” Balas Yoona dengan pipi memerah.

“Jadi apa jawabanmu?” Tanya Yesung serius.

Yoona hanya terdiam, namun Yesung tidak tinggal diam dia membuka tasnya dan meletakan hadiah yang pernah Yoona beri dulu. Sontak Yoona terkesan dengan Yesung yang masih menyimpan hadiahnya dulu, Yoona semakin percaya kalau Yesung adalah namja yang baik.

“Ne oppa.” Jawab Yoona pelan dan malu-malu.

“Mwo? Kau menerimaku?” Tanya Yesung tidak percaya.

“Oppa, jangan begini aku kan malu.” Seru Yoona membuang muka.

Yesung tersenyum puas, dia memeluk yeojacinghunya itu, dan Yoona juga merasa senang, namun perasaan Yoona masih sedikit aneh, apakah ini benar atau ini salah.


_Author Pov’s end_


____Yoona Pov’s____


Sekarang oppa benar-benar jadi milikku, oh…apa aku bermimpi. Lalu bagaimana jika Wookie tahu kalau aku menerima oppa. Apa dia tidak akan bersahabat dengan ku lagi.

“Chagiya” seru oppa padaku.

“Oppa, apa tidak berlebihan memanggilku “chagi”,” Tanyaku malu.

“Aniyeo Yoona, apa aku boleh memanggilmu itu?” Tanya oppa balik.

“gwenchana oppa.” Balasku memendamkan muka didalam pelukan oppa.



_Yoona Pov”s end_



____Author Pov’s____


Wookie benar-benar tidak percaya kalau sekarang Yoona berpacaran dengan Yesung. Dia benar-benar cemburu, marah, dan sangat kesal. Wookie pun sudah beberapa hari ini menjauhi Yoona. Bahkan saat Yoona menyapanya di sekolah Wookie mengacuhkannya. Wookie merasa benar-benar kecewa dan berharap Yesung cepat kembali ke luar negeri.

2 MINGGU KEMUDIAN….

Liburan Yesung berakhir, Yesung harus kembali ke luar negeri. Wookie sih merasa beruntung dan bersyukur, namun tidak pada Yoona dia sangat sedih jika Yesung pergi lagi. Namun kali ini Yesung pergi sebagai kekasih Yoona, dan Yoona benar-benar sangat sedih.

Tiba saatnya mengantar Yesung ke bandara. Eomma Wookie kali ini muncul mengantar Yesung pergi, eommanya benar-benar meminta maaf karena selama Yesung berlibur di Korea dia sangat sibuk dengan pekerjaannya.

“Wookie~a aku titipkan Yoona padamu ya.” Seru Yesung pada Wookie.

“Mwo? Memang dia apa kau titipkan padaku.” Balas Wookie ketus.

“Hey, berhentilah berkata ketus pada hyungmu ini.” Seru Yesung mengelus kepala Wookie penuh sayang.

“Ya!! Lepaskan.” Seru Wookie menyingkirkan tangan Yesung.

“Chagiya, aku pergi lagi. Berjanjilah kau akan benar-benar mengurus dirimu.” Seru Yesung pada Yoona.

“Ne oppa, aku berjanji. Cepatlah pulang.” balas Yoona memeluk tubuh Yesung.

Betapa kesalnya Wookie melihat Yoona dan Yesung seperti itu, namun dia hanya bisa melampiaskannya pada kepalan tangannya yang semakin erat ia genggam.


_Author Pov’s_



____Yoona Pov’s____


Setelah mengantar oppa, aku, Wookie, dan ajumma pulang bersama. Namun karena ajumma harus meneruskan pekerjaannya dia turun di tengah perjalanan. Kini hanya ada aku dan Wookie didalam mobil. Wookie menyetir dengan serius, sudah lama sekali kami tidak berbicara.
“Wookie, apa ada tisu?” Tanya ku memecahkan kesepian di mobil ini.

Dia hanya memberikan kardus tisu padaku tanpa berbicara, matanya pun tetap melihat lurus kedepan.
Ada apa dengannya, apa dia marah padaku, kenapa Wookie tidak mau bicara padaku.

“Wookie~a ada apa denganmu?” Tanya ku sedikit takut dengan wajah Wookie yang sedikit seram.

Namun Wookie masih tak mau bicara, dia masih tetap focus dengan mobil ini. Aku benar-benar kesal apa dia tidak bisa sebentar saja menatapku.

“Ya,, Wookie kenapa kau tak bicara padaku?” teriakku kesal.

Dia masih diam, namun kini arah mobil ia pinggirkan. Mobil ini berhenti dipinggir trotoar.

“Wookie~a, Waeyo?” tanyaku semakin kesal padanya.

Kali ini wajahnya menatapku tajam seperti penuh dendam.

“Turun.” Seru Wookie pelan.

“Mwo? Kau memintaku turun?” tanyaku sedikit heran.

“Ne, cepat turun, aku tidak sanggup satu mobil denganmu.” Seru Wookie padaku.

“Apa yang kau lakukan.” Tanyaku saat Wookie memaksa ku turun dari mobil.

Oh tuhan kini aku benar-benar ditinggal pergi oleh Wookie. Mana disini tidak ada taxi, kenapa dengannya. Apa dia benar-benar marah padaku. Bagaimana aku pulang kerumah. Oh appa aku ingin pulang.

_Yoona Pov’s end_

 
To be Continue~~

Tidak ada komentar:

Posting Komentar