Title : You are my destiny
Genre : Romance, gaje (?)
Cast : Im Yoona Snsd, Kim Ryeowook Suju, Kim Jong Woon (Yesung) Suju
Other Cast : Park Jung Soo (Leeteuk) sbg Appa Yoona, Tiffany Snsd
Author : farahdiba Maulani
PERHATIAN :
Ini ff pertama saya, jadi pasti banyak banget keanehan-keanehan (?) dalam ff ini, semoga anda menikmatinya..:))
NO BASHING!!!
SELAMAT MEMBACA..:))
____Wookie Pov’s____
Mungkin aku sangat kejam menurunkannya di tengah jalan. Tapi aku benar-benar tidak sanggup melihatnya disampingku, aku benar-benar masih kesal sekali dengannya.
Aku tak tahu harus apa, aku benar-benar ingin mereka putus. Tapi aku tak sejahat itu, aku tahu kalau disini jarang ada taxi, maka aku telepon taxi untuk menjemputnya.
_Wookie Pov’s end_
____Author Pov’s_____
Yoona melihat Wookie dengan tatapan kesalnya, namun Wookie hanya cuek, tidak peduli. Kini persahabatan mereka sedikit renggang.
Jam istirahat Wookie pergi ke belakang sekolah bersama seorang yeoja tidak lain itu adalah yeoja yang dulu pernah nembak Wookie. Yeoja itu bernama Jessica, yeoja yang agak centil dan tenar di sekolah. Jessica satu tahun lebih muda dari Wookie, namun dia benar-benar agresif pada Wookie.
“Oppa, hari ini kita mau makan apa?” Tanya manja jessica pada Wookie.
“Hey, jangan berlebihan seperti ini,” balas Wookie melepaskan tangannya dari gandengan Jessica.
“Oppa…” seru Jessica kembali menggandeng Wookie.
Tiba-tiba Yoona keluar kelas dan melihat pemandangan yang sedikit membuatnya kesal.
Wookie yang melihat kehadiran Yoona segera membalas kemanjaan Jessica.
“Ne, chagiya, kau mau makan apa?” Tanya Wookie perhatian pada Jessica.
Yoona yang merasa aneh melihat Wookie seperti itu langsung berbalik badan dan pergi meninggalkan adegan romantic itu.
_Author Pov’s end_
___Yoona Pov’s_____
Apa tadi yang ku lihat, kenapa Wookie dan si Jessica itu bisa berpacaran, sejak kapan mereka begitu akrab. Yoona apa yang kau pikirkan, ingat kau sudah punya oppa. Jangan pikirkan namja lain.
_Yoona Pov’s end_
______Autor Pov’s_____
Sudah 2 minggu setelah Yesung kembali ke luar negeri, namun Yesung belum memberi kabar pada Yoona. Yoona sedikit khawatir dan kecewa pada Yesung.
Hubungan Yoona dan Wookie pun belum membaik. Sampai pada saat Yoona ada di Perpus, Yoona hendak mengambil buku yang ada di atas rak, namun karena badannya kurang seimbang Yoona terjatuh, namun Yoona tidak merasa sakit. Sepertinya ada yang menolongnya, benar itu Wookie. Wookie menolong Yoona, namun karena badannya juga kurang seimbang maka Wookie pun ikut terjatuh.
“Ah…mianhae Wookie.” Seru Yoona kaget melihat Wookie yang dia tindih.
“Ne.” balas Wookie sedikit kesakitan.
“Omo..tanganmu berdarah, ayo cepat ke ruang kesehatan.” Seru Yoona membantu Wookie berdiri.
Ruang kesehatan~~~
Yoona mengobati tangan Wookie yang terluka karena menolongnya.
“ Apa sakit?” Tanya Yoona sedikit meringis.
“Gwenchana.” Balas Wookie singkat.
“Gomawo Wookie~a” seru Yoona menundukan kepalanya.
Wookie hanya terdiam melihat Yoona yang masih mengobatinya.
“Yoona~a.” seru Wookie penuh kasih.
“Ne”jawab Yoona. Wajah Wookie semakin mendekati wajah Yoona. Dan…..
BEBERAPA DETIK KEMUDIAN~~~
Wajah Wookie menjauhi wajah Yoona, kini terlihat sekali pipi merah Yoona.
“Mianhae Yoona.” Seru Wookie pelan.
“…..” namun Yoona hanya diam dan menundukan kepala.
“Sarangheo Yoona~a” seru Wookie mengangkat dagu Yoona.
“Wookie~a.” seru Yoona tidak percaya.
“Sarangheo….” Seru Wookie memeluk tubuh Yoona dengan erat.
Yoona masih terdiam dalam pelukan Wookie.
_Author Pov’s end_
____Yoona Pov’s_____
Oh Tuhan, ciuman pertamaku aku lakukan dengan Wookie, padahal dia bukan pacarku. Oh.. apa kah aku selingkuh. Aku kaget sekali saat Wookie bilang “Sarangheo” lalu dia memelukku. Ya ampun Yoona apa yang kau lakukan, kenapa tadi kau tak menolak ciuman itu, apa kau menyukainya juga. Oh……oppa mianhae.
“Sarangheo” ucap Wookie lagi di telingaku kini pelukannya semakin erat. Sungguh aku tidak tahu apa yang harus ku lakukan. Disisi lain hatiku menolak ini, namun tubuhku ini egois sekali.
_Yoona Pov’s end_
____Wookie Pov’s____
Masa bodo dengan apa yang ku lakukan sekarang, aku sungguh senang Yoona tidak menolak ku tadi. Aku tidak peduli apakah aku dan Yoona sudah punya pacar, yang penting perasaan ku yang sebenarnya tersampaikan.
“Wookie~a.. jebal…lepaskan aku.” Seru Yoona padaku, yah kini pelukanku memang sudah terbawa nafsu.
“Mianhae Yoona, aku tak bermaksud….”
PLAK…..
Belum sempat ku menjelaskan pipiku sudah ditamparnya, wajar jika dia marah, namun kenapa dia harus menangis didepanku.
“Yoona mianhae.” Seruku menggenggam tangannya. Namun Yoona bersikeras melepaskan genggamanku, akhirnya Yoona pergi meninggalkanku. Kenapa kau bodoh sekali Wookie, dia sudah punya hyungmu.
_Wookie Pov’s end_
____Author Pov’s____
Yoona berlari meninggalkan Wookie, air mata Yoona tidak bisa terbendung lagi atas perlakuan Wookie yang sudah berlebihan.
“Mianhae oppa, aku sudah selingkuh darimu.” Seru Yoona melihat kearah langit.
2 hari kemudian
Yoona berpapasan dengan Wookie, mereka berdua benar-benar terlihat canggung. Saat Yoona ingin melewati Wookie kearah kanan, tubuh Wookie juga kearah kanan begitu juga sebaliknya.
Kini mata mereka berpandangan, mata Yoona melihat mata Wookie begitu tajam.
“Oppa” suara Jessica mengacaukan pandangan keduanya.
Perhatian Wookie pun terbagi pada Jesica, saat dia menoleh lagi Yoona sudah pergi meninggalkannya.
“Babo Yoona, hentikan perasaan aneh ini.” Gumam Yoona, berjalan menjauhi Wookie dan Jesicca.
“Oppa…apa yang kau lakukan dengan Yoona?” Tanya Jessica manja.
“Aniyeo, aku hanya berpapasan dengannya. Hey, panggil dia unni dia kan lebih tua darimu.” Seru Wookie mengetuk kepala Jessica.
“Ani,oppa…aku tidak mau.” Jawab Jessica menjulurkan lidahnya.
“Terserah.” Balas Wookie singkat menarik lengannya dari jesicca.
“Oppa..tunggu aku,” seru Jesica berlari mengejar Wookie.
Jesica berlari mengejar langkah Wookie, kini mereka berjalan bersama lagi. Wajah Wookie masih terlihat bête.
“Ne oppa, baiklah.” Jesssica menghampiri Wookie.
“Ne,”Balas Wookie mengelus rambutnya. Sekarang terlihat senyum di wajah namja ganteng ini.
Yoona memperhatikan mereka dari tadi, terasa hawa cemburu dari Yoona. Namun dirinya masih tidak menyadari itu.
Jesica dan Wookie duduk di taman sekolah, suasananya sedikit sepi dan tenang,dan Yoona masih saja memperhatikan kedua orang itu.
“Oppa…sarangheo” seru Jessica pada Wookie.
“Nado.” Balas Wookie dengan senyuman.
“Oppa…” Wajah Jessica kini semakin mendekati Wookie, Wookie spontan kaget dan membuang mukanya.
“Andwae chagi,ini sekolah.” Seru Wookie bangkit dari duduknya…#ya ampun bang Wookie kalau diluar berarti boleh..T.T..
“Ouuuh..ne oppa..”balas Jessica kecewa.
Yoona yang melihat adegan (?) tadi sedikit marah, untung saja Wookie tak menyambutnya (?).
Wookie yang sudah berdiri melihat kearah atas, dia melihat sosok seseorang yang memperhatikan dirinya. Yoona yang menyadari kalau Wookie melihatnya langsung berbalik badan, dan jalan menjauhi tempat itu. Wookie yang melihat orang itu lari, segera meminta izin pada Jessica untuk pergi duluan, dia penasaran siapa yang mengintipnya tadi.
“Semoga dia tidak tahu kalau tadi aku.” Gumam Yoona pelan menuruni tangga.
Wookie yang sudah sampai didepan tangga itu melihat kearah atas,kesamping kanan dan kiri, tapi tidak ada satu pun orang yang lewat.
Ternyata Yoona menyadari kalau Wookie datang, dia segera bersembunyi dibawah tangga berharap kalau Wookie tak melihatnya. Wookie terus mencari orang itu, dia pun memutuskan untuk menaiki tangga itu. Yoona yang melihat Wookie sudah tidak ada, langsung keluar dan berlari secepatnya. Namun sayangnya, Wookie baru menaiki tangga bawah dan dia melihat Yoona yang berlari.
“Ternyata benar dia,” gumam Wookie pelan, dengan senyum heran.
PULANG SEKOLAH~~
SESAMPAINYA DI RUMAH….
Yoona melirik HPnya, berharap kalau Yesung membalas pesan-pesannya selama ini.
“drrrrrrrrrrr..drrrrrrrr…” suara Hp Yoona bergetar.
Yoona yang penuh harap membuka Hpnya, “oh…ternyata dari appa.” Seru Yoona kecewa..#anak durhaka nih..hahaha
From : My dady
Mianhae Yoona, hari ini appa lembur.
Jangan lupa makan malam ya, sikat gigi,
Dan kunci pintu.
Sarangheo Yoona,
“Lembur lagi..kapan appa ada waktu denganku.” Seru Yoona menutup Hpnya.
Yoona yang tidak bisa memasak, bingung akan makan apa. Terpikir dalam benaknya untuk meminta Wookie memasakannya lagi.
“Babo.” Gumam Yoona memukul kepalanya.
Yoona segera mengambil tas dan dompetnya, beranjak pergi dari rumahnya untuk mencari makan. Tanpa sengaja dia kembali berpapasan dengan Wookie. Awalnya mereka hanya bersikap biasa seolah tak kenal, namun tiba-tiba Wookie menarik lengan Yoona, sontak Yoona kaget.
“ Ya!!!!” seru Yoona terkejut.
“Waeyo?” Tanya Wookie, pertanyaan yang aneh menurut Yoona.
“Mwo??” balas Yoona heran.
“Waeyo, kau mengintipku kan tadi siang?” Tanya Wookie menyudutkan Yoona. Mata Yoona membulat, bertanda kalau itu benar.
“Apa yang kau bicarakan.” Balas Yoona mengindari tatapan Wookie.
“Ya!! Yoona tataplah aku.” Seru Wookie keras.
“Sireo!” balas Yoona masih membuang muka.
Karena kesal, Wookie mengeraskan genggaman tangannya. Jelas itu membuat Yoona kesakitan, dan membuat tangisannya pecah.
“ Ne, benar aku memang melihat kalian.” Seru Yoona disela tangisannya.
“Hey, jangan menangis, jebal Yoona.” Seru Wookie merasa bersalah.
Namun Yoona masih saja menangis, orang-orang yang lewat melihat mereka. Dan berbisik “pertengkaran pasangan”.
“Aigoo..Wookie.” gumam Wookie pelan. Wookie pun menarik Yoona kepelukannya.
Yoona kaget sekali, tangisannya berhenti. Kini mereka berpelukan dijalan, sekarang malah Yoona yang merasa aneh.
“Mianhae, bukan maksudku menyakitimu.” Seru Wookie melepaskan pelukannya.
“..” Yoona hanya terdiam. Itu karena tidak tahu harus berkata apa.
Wookie menarik tangan Yoona, mengajaknya ke taman dekat rumah mereka.
Dibangku taman mereka duduk berdua, terasa sekali kecanggungan keduanya. Wookie melihat Yoona dengan tatapan bersalah,
“Mianhae.” Seru Wookie memecah kesunyian.
“Nado, mianhae.” Balas Yoona , membuat Wookie heran.
“Untuk apa?” Tanya Wookie.
“Benar, aku melihat kalian.” Seru Yoona pelan.
“gwenchana Yoona, tapi apa itu baik untukmu?” pertanyaan Wookie semakin membuat Yoona bingung.
Yoona menatap Wookie, “ Maksudnya?” Tanya Yoona yang keheranan.
“Apa hatimu terasa sakit?” Tanya Wookie yang lagi-lagi membuat Yoona bingung.
“Wookie?” sentak Yoona kesal.
“Aniyeo, sudahlah kau tidak harus tahu sekarang.” Balas Wookie aneh.
“Wookie apa perkataanmu tempo hari itu benar?” Tanya Yoona sedikit canggung.
“Ne, tentu saja.” Balas Wookie singkat. Yoona memandang Wookie yang tertunduk.
“Babo, kau tahu kan aku sudah dengan Yesung.” Sontak Yoona kesal.
“Terus?” Tanya Wookie menggoda Yoona yang semakin kesal.
“Berhentilah memainkanku Kim Ryeowook, aku bukan mainan tahu.” Seru Yoona semakin kesal.
“Aku serius padamu, sedang hyungku, apa kau sudah mengenalnya dengan baik hah? Apa kau tahu dia itu seperti apa?” Tanya Wookie menyudutkan Yoona.
Yoona hanya diam mendengar ucapan Wookie, dia berpikir tentang apa yang diucapkan Wookie.
“dia orang baik, dia yang menolongku waktu kita kecil,dan aku mulai menyukainya dari situ” balas Yoona tak mau kalah.
“Kau yakin dia yang menolongmu?” Tanya Wookie, Yoona merasa aneh dengan pertanyaannya.
“Maksudnya?” Tanya Yoona kembali.
“Apa kau tidak ingat sama sekali?” Tanya Wookie lagi.
“Mwo?” Tanya heran Yoona.
“Sudahlah….tidak ada gunanya kita membahas itu.” Seru Wookie bangkit dari duduknya dan berjalan menjauhi Yoona.
Yoona yang masih heran dengan ucapan Wookie tadi terus memikirkannya.
_Author Pov’s end_
_____Yoona Pov’s_____
Apa yang dia katakana, apa aku hilang ingatan. Oh Yoona, kenapa kau tak bisa mengingat itu. Ya, aku mulai suka oppa waktu dia melindungiku, saat aku bangun dari pingsanku saat itu oppa lah yang ada disampingku. Dia sangat baik, tapi kenapa Wookie malah bilang seperti itu. Apa ada yang tidak ku ketahui, apa aku salah paham.
Kriuuuuuuuukkk~~~~
Aku lupa tadi aku kan mau cari makan, tapi gara-gara Wookie aku malah lupa. Aku berjalan melewati orang-orang yang sibuk ini, masih memikirkan ucapannya padaku. Apa selama ini aku menyakiti Wookie ya, oh….kenapa dia kalau bicara tidak pernah dilanjutkan, apa itu hobinya.
Pagi harinya….
Drrrrrrrdrrrrrddrrrrrrrrr…..
Ah…sms dari oppa..
From : My Lovely
Annyeong Yoona, Mianhae chagiya aku telat membalasmu
Semenjak aku sampai aku sudah disibukan tugas, oh ia
Bagaimana kabarmu? Aku disini baik. Kau makan dengan teraturkan
Bogosipo chagi…..
Sarangheo Yoona…..I LOVE YOU…
Oh..oppa kau pandai sekali membuat hatiku berbunga-bunga. Saat aku mengetik balasan untuknya aku teringat ucapan Wookie semalam “Kau yakin dia yang menolongmu?” oh… kata-kata itu menempel jelas dikepalaku. Tapi itu tidak penting, sekarang oppa sudah jadi namjaku.
_Yoona Pov’s end_
Di sekolah…
“Oppa ….” Seru Jessica menghampiri Wookie.
“Mwo?” seru Wookie ketus.
“Oppa, kita belum pernah kencan sekali pun.” Rengek Jessica .
“Benarkah?” Tanya Wookie cuek.
“Oppa, bagaimana kalau pulangnya kita jalan-jalan?” rayu Jessica.
“Tidak bisa, aku harus menjaga rumah.” Tolak Wookie halus.
“Uh…kalau begitu kencannya dirumah oppa saja?” Tawar Jessica.
Wookie hanya diam, mau mencoba mengeles namun bingung,
“Nah, oppa diam berarti setuju.” Seru Jessica kegirangan.
Dalam pikiran Wookie, merasa kasihan pada Jessica yang dia bohongi. “aku takut kalau suatu saat aku akan menyakiti yeoja ini, aku sangat jahat. Benar-benar namja jahat, aku melihat yeoja ini dengan tatapan bersalah. Walau dia yeoja yang sombong dan agresif, tapi dia sosok yang setia. Tidak seperti aku, semoga kau mendapatkan jodoh yang baik.” Gumam Wookie dalam hatinya.
“Ne, baiklah.” Seru Wookie mengelus rambut Jessica.
Jessica tersenyum melihat Wookie yang semakin hari,menjadi dekat dengannya.
Di rumah Wookie….
“sepi sekali oppa, apa kau tinggal sendirian?” Tanya Jessica penasaran.
“Aniyeo, aku punya seorang hyung dan eomma. Tetapi mereka terlalu sibuk, hyungku sekolah di luar negeri, sedang eomma jarang pulang, dia lebih sering tidur di apartemennya, karena urusan pekerjaan.” Seru Wookie menjelaskan.
“Oh…lalu appa?” Tanya Jessica, membuat ruangan sunyi itu semakin sunyi.
“Napeun namja itu meninggalkan eommaku saat mengandungku. Karena itu hubunganku dengan eomma sedikit renggang. Mungkin dia membenciku.” Seruku pelan.
“Arraseo oppa, mianhae mengingatkanmu.” Seru Jessica perhatian.
“Gwenchana,” balas Wookie dengan senyuman manisnya.
Baru kali ini Wookie menceritakan keluarganya pada orang lain, dia merasa kalau Jessica adalah sosok yang baik.
“Oppa, kenapa kau menerimaku?” Tanya Jessica, yang membuat Wookie bingung.
“Kau baik.” Balas Wookie singkat.
“Apa kau mencintaiku?” Tanya Jessica kembali.
“Ne,” balas Wookie singkat lagi.
“Oppa kau tidak pernah mencintaiku kan, apa aku hanya pelarianmu saja?” Tanya Jessica lagi semakin menyudutkan Wookie.
“Hentikan!” Seru Wookie kesal.
“Oppa, tataplah mataku dan katakana kau mencintaiku.” Seru Jessica, ia memegang pipi Wookie membuat Wookie menatapnya.
“Mianhae Jessica.” Gumam Wookie pelan.
“babo Sica kenapa kau bisa sebodoh ini.” Seru Jessica pelan.
“Kau tidak bodoh, aku yang bodoh, mianhae.” Seru Wookie kembali.
“Oppa..” seru Jessica, membuat tangisnya pecah.
“mianhae” seru Wookie memeluk Jessica yang menangis.
Pulangnya….
“Mianhae aku membuatmu menangis,” seru Wookie mengusap air mata Jessica.
“Aniyeo oppa, aku senang bisa menjadi pacarmu, walau hanya status palsu.” Seru Jessica tersenyum.
“Gomawo” seru Wookie memeluk Jessica.
“Gwenchana oppa, aku pulang dulu.” Seru Jessica meninggalkan Wookie.
Tanpa disadari Yoona melihat Wookie dan Jessica dari jendelanya, ia salah paham dengan adegan tadi. Ia merasa kalau Wookie mulai menyukai Jessica.
“Oh,.Yoona, sadarlah kau sudah punya oppa.” Gumam Yoona sambil memukul kepalanya.
2 hari kemudian~~~~
Yoona duduk didekat jendela kelas, dia melihat kearah langit, masih memikirkan adegan yang dilihatnya tempo lalu,bahkan Yoona pun belum berbicara lagi dengan Wookie semenjak obrolan di taman itu.
Saat mata Yoona melihat kearah bawah, dia melihat Jessica berjalan dengan namja lain. Yoona merasa kaget dan heran, saat Yoona hendak membalikan tubuhnya, untk memanggil Wookie dia malah terkejut karena Wookie sudah ada dibelakang tubuhnya.
“Kami sudah putus.” Seru Wookie memberitahu Yoona.
“Waeyo, bukankah waktu itu kalian terlihat mesra?” Tanya Yoona balik.
“Apa kau mengintip kami lagi?” Tanya Wookie heran.
“Ah..it..tu..”Seru Yoona terbata-bata.
“Gwenchana Yoona, mungkin itu hobimu ya.” Balas Wookie menyindir Yoona.
“Mwo? Apa kau bilang, hobiku tidak sejelek itu.” Bantah Yoona kesal.
“Sudahlah, yang penting aku sudah putus.” Seru Wookie mengedipkan satu mata pada Yoona.
Yoona merasa aneh dengan Wookie, kenapa dia begitu senang padahal baru putus. Tapi jujur hati Yoona sedikit senang. Yoona pun tak sengaja tersenyum, Wookie melihat senyuman itu.
“Kau senang aku putus?” Tanya Wookie menggoda.
“Aniyeo…”Sontak senyuman itu berubah menjadi rasa malu.
“Kalau begitu kapan kau putus juga?” goda Wookie lagi.
“Mwo, kau mendoakan ku putus hah?” Seru Yoona kesal.
“aku bukan mendoakan, hanya bertanya. Babo .” balas Wookie sambil menjulurkan lidahnya.
Yoona marasa dipermainkan lagi, ia pun menatap Wookie tajam, Wookie yang ketakutan dengan tatapan Yoona berlari menjauhinya, namun Yoona malah mengejar Wookie. Mereka pun berlari-lari di koridor sekolah.
Terlihat senyum dan tawa di wajah kedua orang itu, mereka seperti mengulang masa-masa kecil mereka.
“Wookie tunggu aku.” Seru Yoona sedikit kelelahan.
“Tangkap aku ajumma..” Balas Wookie mengejek..
“Ya!!! Ajussi jelek tunggu aku.” Seru Yoona kesal.
Akhirnya mereka berhenti di bukit belakang sekolah, mereka terkapar dirumput-rumput bukit itu.
“Capekkkkkkkkk…” teriak Yoona keras.
“Nadoooooooo..” teriak Wookie juga.
Mereka saling bertatapan sekarang, Wookie memandang Yoona dengan senyuman manisnya, Yoona pun memandang Wookie dengan senyuman terbaiknya,
“Waeyo, kau tidak mendahului oppa ?” Tanya Yoona pelan.
“mwo? Maksudmu?” Tanya Wookie heran.
“Kalau kau mencintaiku, kenapa kau tidak bilang duluan.” Seru Yoona, membuat Wookie kaget.
“Apa kau akan menerimaku?” Tanya Wookie penasaran.
“Maybe.” Jawab Yoona gantung.
“Ya!!! Kau mau menerimaku tidak?” Tanya Wookie semakin penasaran.
“Ya!, aku sudah punya pacar.” Balas Yoona,
“Kau tahu, dulu sebelum hyung datang aku ingin mengungkapkan itu namun kau malah mengacaukan itu.” Seru Wookie kecewa.
“babo, kalau kau mencintaiku kenapa kau mudah menyerah hah, kenapa kau tidak mengungkapkannya lagi.” Seru Yoona kesal.
Wookie hanya terdiam mendengar ucapan Yoona yang agak ngelantur, dia bingung sebenarnya Yoona mencintainya juga, atau tidak. Yoona memandang Wookie dengan tajam, dia berpikir kalau saja dulu Wookie yang ada disampingnya mungkin dia sudah menyukainya dari dulu, namun perasaan sayang sahabat ini sudah bercampur cinta.
Kriiiingggggggggg……….. bel pulang berbunyi..
Yoona menelepon Yesung,
“Annyeong..” seru Yesung.
“Oppa..” seru Yoona meringis.
“waeyo Yoona? Apa kau menangis?” Tanya Yesung perhatian.
“oppa,, mianhae.” Seru Yoona kembali disela tangisnya.
“Mwo, ada apa ini?” Tanya Yesung heran.
“Oppa apa kau mencintaiku? Apa aku pantas untuk dicintai?” Tanya Yoona yang semakin membuat Yesung bingung.
“Sarangheo chagiya,” seru Yesung pelan.
“Oppa….” Seru Yoona menangis kencang.
Wookie melihat Yoona seperti itu, ia merasa bersalah membuat Yoona sampai kebingungan seperti itu. Apa aku harus melupakannya, apa aku harus menghilang saja. Wookie pergi menjauhi Yoona yang sedang berbicara dengan Yesung, namun dia tidak mendengar pembicaraan itu sampai selesai.
6 bulan kemudian ,, saatnya kelas 3 ujian kelulusan … dan akhirnya Yoona dan Wookie Lulus dari SMA… mereka pun mulai sibuk memasuki Universitas.
Yoona melihat Wookie belajar serius di perpustakaan kota, dia merasa semenjak sibuk diujian, mereka jarang bicara lagi. Walau terkadang pembicaraannya membuat Yoona sedih, dan bingung, tapi itu yang ia rindukan. Yoona menghampiri Wookie..
“Annyeong.” Sapa Yoona pada Wookie.
“Ah, Annyeong,” balas Wookie dengan senyuman.
“Kau semakin rajin Wookie~a” puji Yoona pada Wookie.
“Ne, aku ingin kuliah di luar negeri juga.” Balas Wookie pelan, membuat Yoona terkejut.
“Luar negeri?” Tanya Yoona terkejut.
“Hey, pelankan suaramu.” Seru Wookie berbisik.
“Wookie~a apa kau mau meninggalkan aku?” Tanya Yoona menciutkan bibirnya.
“Bukankah kau punya hyung?” Tanya Wookie kembali.
“Maksudku, nanti siapa yang membuatku kesal dan marah lagi.” Seru Yoona.
“Mwo? Apa di bayanganmu aku sekejam itu.” Bantah Wookie tak terima.
“Ne, nanti aku kehilangan ajussi cerewet .” seru Yoona menambahkan.
Mendengar ucapan Yoona itu membuat Wookie senang, namun dia sudah berjanji untuk menyerahkan semuanya ketakdir.#Author kali..kekeke~~~….Wookie hanya tersenyum dan membelai rambut Yoona.
“Aku pasti pulang.” Seru Wookie menatap Yoona .
2 bulan kemudian..
Wookie bersiap untuk berangkat ke luar negeri, eommanya sudah menunggu dia dimobil. Hari ini Yesung pun pulang, tapi hanya untuk 3 minggu saja. Yoona benar-benar sedih melihat Wookie harus pergi, bukan sedih karena sahabat, tapi ada perasaan lain dari Yoona yang membuatnya sangat bersalah pada Wookie.
Di Bandara….
Wookie berpamitan pada eommanya,
“eomma aku pamit, aku akan belajar disana, dan kelak akan membantumu.” Seru Wookie membuat eommanya menangis.
“Mianhae anakku, aku telah menelantarkanmu selama ini, aku telah tega meninggalkanmu sendiri,” Seru eomma Wookie sambil memeluknya.
“Gwenchana eomma, berjanjilah eomma akan hidup dengan teratur, aku tak mau eomma sakit.” Balas Wookie memegang wajah eommanya.
“Gomawo chagi.” Seru eomma Wookie memegang wajah anaknya itu.
Wookie mencari sosok Yoona, bahkan saat dia mau pergi pun Yoona tidak ada. Bukannya Yoona cuek akan kepergian Wookie, hanya saja Yoona tak sanggup melihat itu. Namun akhirnya Yoona pergi juga ke bandara. Tapi saat Yoona sampai, Wookie hampir saja berangkat.
“Wookie” teriak Yoona keras..
Wookie yang mendengar teriakan itu, mencari sosok Yoona. Wookie berharap masih dapat melihat Yoona sebelum dia pergi. Dia melihat Yoona yang sibuk mencari dirinya, Wookie tersenyum dan berlari menemui Yoona.
“Yoona.” Teriak Wookie memeluk Yoona dari belakang.
Yoona terkejut namun sangat senang, dia membalikan badannya, melihat Wookie yang belum berangkat.
“syukurlah belum berangkat.” Seru Yoona pelan.
“Aku pamit Yoona, aku berjanji ketika aku pulang nanti aku sudah menjadi Wookie yang berbeda.” Seru Wookie seolah-olah mereka adalah sepasang kekasih.
“Wookie , mianhae. Jadilah Wookie yang berbeda, Wookie yang akan membuatku jatuh cinta.” Balas Yoona malu-malu.
“Jadi kau akan putus dengan hyungku?” Tanya Wookie menggoda Yoona.
“Molla!” Jawab Yoona singkat.
“Hey, kau mau mempermainkanku hah?” Tanya Wookie kesal.
“Lihat saja nanti apa kau jodohku atau tidak.” Jawab Yoona membuat Wookie bingung.
“Mwo?” Seru Wookie kesal.
Yoona mengantar Wookie sampai pintu batas, Wookie benar-benar sedih harus meninggalkan Yoona. Namun ini mungkin sedikit bisa mengobati luka hatinya yang sangat sakit.
Tahun-tahun tanpa Wookie…..
Yoona kuliah di Universitas korea, dia mengambil ilmu psikologi. Dia ingin menjadi ahli psikologi, ketika dia bisa berbagi solusi dengan orang-orang dia merasa senang.
Yoona selalu mengirim e-mail pada Wookie, terkadang Yoona juga meneleponnya. Suara Wookie jadi sedikit berubah, saat Yoona meminta fotonya yang sekarang, Wookie selalu menolak, dia bilang ini kejutan.
Sebenarnya Yoona sudah tahu apa yang Wookie katakan saat itu, saat dia bilang “Kau yakin dia yang menolongmu?” Yesung sudah menceritakan pada Yoona,
Flashback….
Ketika mereka masih kecil, Yoona pernah hampir mengalami kecelakaan. Saat itu Yoona tepat dibawah rumah, vas bunga diatasnya tersenggol seseorang yaitu Yesung. Yesung tak sengaja menyenggol Vas itu, sehingga hampir mengenai Yoona. Untung saat itu seseorang mendorong Yoona, namun naasnya Vas itu malah jatuh tepat dikepala anak itu. Anak itu adalah Ryeowook. Yoona dan Wookie segera dibawa ke rumah sakit, namun karena trauma memori Yoona tentang kecelakaan itu hilang. Saat Yoona terbangun disampingnya ada Yesung, bukan Wookie karena Wookie dirawat juga. Yoona yang tidak tahu keadaan Wookie malah menyalahkannya tidak peduli, tapi Wookie tidak mengaku kalau dia yang menyelamtkan Yoona. Sehingga Yoona menganggap Yesung penyelamatnya.
Flashback end…
Yoona benar-benar menyesali itu, kalau saja dia tahu perasaan Wookie yang sebenarnya dari dulu dia mungkin sudah bahagia bersamanya. Namun kini Yoona masih bingung untuk berbuat apa.
3 tahun kemudian…
Wookie tidak bilang kalau dia pulang hari ini, Wookie sudah mendapat gelarnya disana. Tapi dia tidak memberitahukannya pada Yoona dan Yesung.
Sekarang Wookie jauh berbeda dia bertambah tampan dan manis, tubuhnya sedikit berisi. Saat dia berjalan di Bandara pun, banyak yeoja yang melihatnya, memperhatikan langkahnya. Yoona pun berubah menjadi yeoja yang cantik, dewasa dan menjadi seorang psikolog yang baik. Wookie yang tahu pekerjaan Yoona adalah psikolog sengaja berpura-pura menjadi cliennya.
Di ruangan Yoona…
Yoona yang sibuk menulis, tak melihat seseorang yang memasuki ruangannya. Ketika Yoona menoleh dia melihat sosok namja keren, dengan pakaian rapi, dan kacamata hitam.
“Apa keluhan anda tuan?” Tanya Yoona pada cliennya.
Namun namja ini tidak berbicara sama sekali, ini membuat Yoona sedikit bingung.
“Mianhae tuan, apa keluhannya?” Tanya Yoona lagi.
Namun lagi-lagi namja itu tak menjawab pertanyaannya.
“Mianhae, aku sangat sibuk tuan, apa yang bisa aku bantu.” Tanya Yoona sedikit kesal.
Namun lagi-lagi namja ini tidak menjawab, malah tersenyum padanya.
“Ya!! Apa tuan mau mempermainkanku?” bentak Yoona kesal.
“Sifatmu itu tidak berubah ya Lee Yoona.” Seru namja itu melepas kacamatanya.
Yoona sangat terkejut, ternyata…
“Wookie~ssi” seru Yoona pelan, namun air matanya tidak terbendung lagi.
“Bogosipo…” seru Wookie pada Yoona,melebarkan kedua tangannya.
“Nado, Bogosipo” Balas Yoona menyambut pelukan Wookie.
Keduanya sekarang duduk di sebuah taman dekat kantor Yoona, mereka merasa canggung lagi. Sudah sekitar 3 tahun mereka berpisah, membuat keduanya semakin malu-malu.
“Bagaimana hubunganmu dengan hyun?” Tanya Wookie langsung
“Baik” jawab Yoona singkat.
Wookie hanya terdiam dan tersenyum.
“Bagaimana, apa kau sudah punya girlfriend?” Tanya Yoona sedikit malu.
“Sebentar lagi.” Jawab Wookie aneh.
“Lihatlah keanehanmu itu tidak hilang juga.” Seru Yoona kesal.
“Mwo? Kau masih menganggapku aneh?” Tanya Wookie tak percaya.
“Ne” jawab Yoona singkat.
“Kau ini, ajumma cerewet.” Seru Wookie mengejek.
“Ya!!!, kau juga ajussi aneh.” Balas Yoona.
“Kalau gitu kau ajumma jelek” Seru Wookie menjulurkan lidahnya.
“Mwo, kalau gitu ajussi babo. Kenapa suka ajumma jelek.” Balas Yoona, membuat Wookie sedikit terkejut.
“Kau masih memikirkan itu?” Tanya Wookie penasaran.
“Aniyeo..” Jawab Yoona singkat.
Mereka pun melanjutkan obrolan dengan makan siang berdua. Namun Wookie sedikit aneh, kenapa Yoona dari tadi tidak menghubungi Yesung. Apa mereka masih berpacaran, Yoona melihat Wookie dengan lembut.
“Kau berbeda Wookie, kau jauh lebih baik sekarang.” Puji Yoona .
“Jincha? Apa kau jatuh cinta padaku?” goda Wookie.
“Aniyeo, aku kan hanya memujimu.” Balas Yoona malu-malu.
“Otoke, kau tidak cinta padaku juga.” Seru Wookie menghembuskan nafas.
“Molla, kau berubah.” Balas Yoona, yang membuatnya keheranan.
Saat mereka asik makan siang, tiba-tiba Yesung datang bersama yeoja lain. Wookie yang melihat itu terkejut sekali, dia takut kalau Yoona akan patah hati melihat itu. Wookie pun mencari cara agar Yoona tak melihat.
“Wookie~ssi aku mau ke toilet dulu.” Seru Yoona, membuat Wookie kaget.
“Andwae , kita pergi saja dari sini.” Balas Wookie seperti ketakutan.
“Mwo, aku ke toilet dulu baru kita pulang.” Seru Yoona kembali.
“Andwae Yoona, jebal kita keluar sekarang ya,” Balas Wookie menggandeng Yoona keluar restoran.
Tapi saat mereka hendak keluar, Yoona menyadari Yesung ada disana juga. Dan Yoona pun menyapa Yesung.
“Annyeong .” Seru Yoona menghampiri Yesung dan yeojanya.
“Ah…annyeong Yoona.” Balas Yesung tersenyum. Yesung kaget melihat Wookie sudah ada di Seoul.
“Wookie, kau sudah pulang?” Tanya Yesung heran.
“Ne hyung tadi pagi aku sampai.” Balas Wookie masih ketus pada Yesung.
Mereka berempat saling bertatapan sekarang, Wookie terlihat bingung dengan kondisi sekarang ini. Dia merasa aneh, kenapa Yoona tidak marah kalau Yesung makan dengan yeoja lain, apakah mereka sudah putus? Wookie melihat Yoona yang masih saja bersikap biasa dengan keadaan ini.
“Yoona, ikut aku.” Seru Wookie menarik lengan Yoona keluar.
“Wookie.” Seru Yoona heran.
Diluar restoran Wookie menatap Yoona teduh,
“jal mollasseo.” Seru Wookie pada Yoona.
“Mwo? Maksudmu?” Tanya Yoona tidak tahu.
“Otoke, kau melihat mereka tapi tidak marah?” Tanya Wookie balik.
“Oh…Ne Wookie~ssi,” Balas Yoona .
“Kalian putus?” Tanya Wookie penasaran.
“Ne.” jawab Yoona singkat.
“Jincha?” Tanya Wookie meyakinkan.
“Benar.” Balas Yoona memandang wajah Wookie.
Wookie hanya tersenyum puas, dia kegirangan dan menggenggam erat tangan Yoona. Memeluk Yoona dikeramaian.
“Wookie~ssi lepaskan aku, jebal.” Seru Yoona malu melihat sekelilingnya.
“Akhirnya….” Seru Wookie menatap Yoona.
“Ya!!! Kau pede sekali ajussi.” Balas Yoona menjulurkan lidahnya.
Wookie pun kembali memeluk Yoona, mereka pergi meninggalkan restoran itu. Kini mereka sudah ada di taman dekat rumah.
“Wookie~ssi mianhae.” Yoona memandang Wookie yang ada disampingnya.
“Waeyo?” Tanya Wookie mengelus pipi Yoona.
“Aku sudah melukai hatimu dari dulu, mianhae.” Seru Yoona kembali menatap Wookie.
“Gwenchana.” Seru Wookie menarik bahu Yoona agar bisa bersandar dibahunya.
“Andwae,,,”Seru Yoona malu-malu.
“Apa kau mau menerimaku?” Tanya Wookie menatap wajah Yoona.
“…..” Yoona hanya terdiam melihat tatapan Wookie.
“Sarangheo Yoona.” Seru Wookie memeluk Yoona.
“Nado, sarangheo.” Balas Yoona pelan dan malu-malu.
Akhirnya perjalanan cinta mereka yang panjang ini berakhir dengan bahagia, tidak ada yang merasa dirugikan akan kasih sayang yang sudah ditakdirkan untuk mereka. Dan akhirnya pengorbanan Wookie pada Yoona tidak sia-sia, mereka menjaga cinta mereka sampai takdir memisahkan mereka.
_TAMAT_



Tidak ada komentar:
Posting Komentar